Biker, Jangan Biasakan Angkat Kaki Saat Melewati Genangan Air

Kompas.com - 22/09/2020, 16:41 WIB
Pengendara motor melintas saat banjir rob menggenangi Kompleks Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APengendara motor melintas saat banjir rob menggenangi Kompleks Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang terjadi beberapa hari ini di wilayah Jakarta dan sekitarnya, membuat beberapa ruas jalan kerap tergenang banjir. Pengemudi mobil maupun motor pun dituntut harus lebih berhati-hati saat akan melewati genangan.

Terkait hal tersebut, ada satu kebiasaan yang sering dilakukan pengemudi motor saat melewati genangan air tinggi atau banjir, yaitu mengangkat kaki cukup lama guna melindungi alas kaki yang dipakai agar tidak basah.

Perlu di catat, kebiasaan itu tidak baik untuk dilakukan karena berarti posisi berkendara tidak dalam sikap sempurana.

Baca juga: Tol Cipali Mulai Pakai Speed Gun, Maksimal Kecepatan 100 Kpj

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan, seharusnya kedua kaki berada di footstep atau dek buat skutik, kemudian kaki kanan tetap stand by pada rem belakang.

Sejumlah pengendara motor melintasi jalan Sultan Agung yang diberlakukan sistem contraflow akibat banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2020). Banjir setinggi 20 cm diakibatkan oleh saluran drainase yang buruk sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah jalan raya Bekasi.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah pengendara motor melintasi jalan Sultan Agung yang diberlakukan sistem contraflow akibat banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2020). Banjir setinggi 20 cm diakibatkan oleh saluran drainase yang buruk sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah jalan raya Bekasi.

“Sebab, jika hanya menggunakan rem depan pada kondisi jalan basah dan licin maka akan membahayakan pengendara,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Lagi pula, lanjut Agus, sepatu yang menutupi kaki adalah perlengkapan standar saat berkendara.

Baca juga: Ini 10 Mobil Bekas Rp 50 Jutaan di Balai Lelang

“Fungsi sepatu melindungki kaki dari benturan keras. Hindari menggunakan sandal saat berkendara ketika hujan. Masih lebih baik sepatu basah daripada celaka,” katanya.

Saat melewati banjir, ada risiko terjadinya aquaplanning atau kondisi ban terangkat dari permukaan jalan karena terlapisi air.

Salah satu cara agar biker tidak terjatuh yakni menjaga keseimbangan pakai kaki ketika berada di footsep. Ini merupakan sikap sempurna dalam menjaga keseimbangan, sekaligus menjadi sikap dasar untuk antisipasi berbagai keadaan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X