Apa Kabar Maung Pindad, Kapan Versi Sipil Bisa Dipesan?

Kompas.com - 22/09/2020, 09:02 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski di tengah pandemi Covid-19, proses produksi Maung yang menjadi kendaraan taktis (Rantis) terbaru PT Pindad (Persero) dikabarkan terus berjalan.

Fokus produksinya sampai saat ini juga belum berubah, masih memenuhi kuota permintaan yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan ( Kemhan), yakni sebanyak 500 unit.

Meski tak menyebutkan berapa unit yang sudah rampung, namun Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, proses produksi sejauh ini berjalan lancar. Bahkan diharapkan dalam waktu dekat, sudah bisa diantar.

"Tak ada kendala, prosesnya masih terus berjalan. Sesuai rencana yang saya jelaskan waktu itu, kita upayakan beberapa unit bisa dikirim ke Kemhan sebelum 5 Oktober 2020 nanti," ucap Abraham saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Siksa Nissan Kicks e-Power di Jalur Menantang Ciletuh

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Seperti diketahui, sebelumnya Abraham menjelaskan bila Pindad akan memenuhi permintaan Kemhan secara bertahap hingga akhir 2020. Untuk awal, rencananya ada 50 unit Maung yang dikirim guna meramaikan parade defile HUT TNI.

Dengan demikian, artinya hanya tinggal hitungan hari untuk menyelesaikan 50 unit kendaraan berbasis Toyota Hilux tersebut. Namun dengan kondisi Covid-19 saat ini, Abraham menjelaskan belum mengetahui apakan seremoni akan tetap dilakukan atau tidak.

"Melihat kondisi saat ini, belum tahu apakan jadi digunakan untuk defile atau tidak. Sejauh ini kami belum ada info, tapi untuk produksinya tidak ada isu, kita jalan terus," kata Abraham.

Lantas bagaimana kesiapan versi sipilnya, apakah sudah ada pemesanan serta kejelasan soal konsepnya bakal seperti apa?

Baca juga: Maaf, Pindad Belum Buka Keran Pemesanan Maung Versi Sipil

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Menjawab hal ini, Abraham kembali mengatakan bila kerannya baru dibuka ketika seluruh unit yang dipesan Kemhan telah terpenuhi.

"Masih sama, kita jelaskan bila fokus ke Kemhan dulu, setelah selesai baru kita coba buka yang sipil. Bentuknya yang pasti beda dengan yang sekarang (versi militer)," kata Abraham.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X