Maaf, Pindad Belum Buka Keran Pemesanan Maung Versi Sipil

Kompas.com - 15/08/2020, 07:02 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pindad (Persero) menegaskan bila sampai saat ini pihaknya belum membukan pemesanan untuk Maung versi sipil.

Perusahaan pelat merah tersebut, masih fokus menyelesaikan Maung versi kendaraan taktis (Rantis) militer yang dipesan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Terkait adanya informasi yang mengatakan bila keran pemesanan Maung versi sipil sudah dibuka, Pindad memastikan bila kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menjelaskan, Pemesanan Maung versi sipil baru akan dibuka setelah seluruh pesanan tipe militer terpenuhi dengan teknis pemesanan yang akan diinfokan kemudian.

Baca juga: Kapan Pindad Buka Pemesanan Maung Versi Sipil?

"Kita masih konsentrasi atau fokus untuk produksi yang military type untuk mendukung tugas pokok dan operasi di lapangan. Kita masuk civilian type itu nanti setelah military type bisa kita penuhi tentunya dengan berbagai penyesuaian," ucap Abraham dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2020).

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Wakil Sementara Sekretaris Perusahaan Kaka T Rohana menjelaskan, terkait viralnya pemberitaan mengenai Maung saat ini terdapat beberapa yang tidak akurat dan tidak melakukan konfirmasi lebih dulu terhadap perusahaan.

Contohnya seperti yang mengklaim bila Maung versi sipil sudah bisa dipesan melalui website perusahaan.

 

Informasi tersebut diklaim Kaka tidak tepat lantaran yang dikutip dari situs resmi Pindad merupakan prosedur pemesanan produk industrial, yakni produk eksisting yang memang sudah dijual seperti alat berat, peralatan industri dan jasa, serta infrastruktur perhubungan dan layanan pertambangan.

"Sebelumnya kami mengapresiasi atensi dari rekan-rekan media maupun dari berbagai kalangan masyarakat yang berminat memesan Maung tipe sipil," kata Kaka.

Baca juga: Anang Hermansyah Bakal Jadi Warga Sipil Pertama Pemilik Maung Pindad

Lebih lanjut Kaka mengatakan, saat ini Maung sedang dalam proses pembuatan first article atau produk pertama yang nantinya akan melalui proses sertifikasi terlebih dahulu dengan badan kelaikan di Kementerian Pertahanan. Setelah lulus sertifikasi baru memasuki proses produksi massal guna kebutuhan militer terlebih dahulu.

Sebelumnya, Kompas.com juga sempat menanyakan langsung soal kapan Pindad akan membuka pesanan Maung versi sipil. Abraham pun menjelaskan hal yang serupa, bahkan sebelum versi sipil akan ada produksi untuk kebutuhan instansi non-militer lebih dulu.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

"Masih sama seperti yang kami infokan beberap hari lalu, untuk sekarang kami sedang kerjakan versi militer yang dipesan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, setelah itu baru kami buka jalur untuk lainnya," ujar Abraham.

"Rencananya setelah militer, kita bakal produksi komersial tapi untuk kebutuhan instansi pemerintahan dulu, setelah itu baru kami buka kesempatan untuk sipil. Paling lambat versi sipil kita buka purchase order (PO) pada awal 2021," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X