Catat, Kecelakaan di Jalan Raya Bukanlah Tontonan!

Kompas.com - 17/09/2020, 18:37 WIB
Petugas Satlantas Polres Semarang mengamankan lokasi kecelakaan KOMPAS.com/ISTPetugas Satlantas Polres Semarang mengamankan lokasi kecelakaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Biasanya, jalan raya mendadak ramai ketika terjadi kecelakaan. Hal ini bukan karena banyaknnya orang yang menolong korban, melainkan para pengendara lain yang melintas justru berhenti hanya untuk menonton atau sekedar ambil foto dan video.

Padahal tindakan tersebut bukanlah perilaku yang baik. Sebab, mereka telah mengganggu pengendara lain yang melintas.

Bahkan bisa saja menyebabkan kecelakaan lanjutan lantaran mereka yang menonton kerap berhenti di tengah jalan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, semestinya masyarakat lebih sadar akan kondisi sekitar. Jika ingin membantu korban, lakukanlah hal yang benar.

Baca juga: Honda Terpuruk Tanpa Marquez, Ini Kata Lorenzo

Misalnya, mengamankan lokasi kejadian agar pengendara lain tidak terganggu. Selain itu, segera menghubungi rumah sakit setempat untuk meminta dikirimkan ambulans untuk menghubungi pihak kepolisian.

Gubernur mengevakuasi korban kecelakaan beruntun (Sumber: Tribunnews/Youtube) Gubernur mengevakuasi korban kecelakaan beruntun (Sumber: Tribunnews/Youtube)

“Segera membagi tugas, mengamankan lokasi kecelakaan agar tidak terjadi kecelakaan berikutnya, menghubungi pihak-pihak kompeten, yakni kepolisian dan ambulans sehingga bisa melakukan pertolongan pertama dengan tepat,” ujar Jusri beberapa waktu lalu saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Pilihan Mobil Dua Pintu dengan Banderol Murah

Jusri menilai, kebiasaan “ menonton kecelakaan” perlu diubah. Salah satu caranya melalui pelatihan atau kampanye terkait kesadaran berada di jalan raya. Termasuk juga pertolongan pertama pada korban kecelakaan sehingga kesadaran masyarakat tergugah.

“Jadi apa yang dilakukan biasanya dilakukan prosedur-prosedur itu biasanya disosialisasi oleh perusahan-perusahaan multinasional dan pemerintah juga aktif menyosialisasikan,” tutur Jusri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X