Wakil Bupati Tabrak Polwan, Ingat Bahaya Berkendara Saat Mabuk

Kompas.com - 17/09/2020, 07:02 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas kecelakaan lalu lintas sampai saat ini masih didominasi akibat kelalaian pengendara. Mulai dari tidak fokus, tak memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, mengantuk, bahkan sampai nekat berkendara dalam kondisi mabuk.

Buntut dari kondisi tersebut tak hanya mengundang fatalitas bagi si pengendara, tapi juga pengguna jalan lain.

Contohnya seperti insiden yang dilakukan oleh Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi, di Distrik Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/9/2020).

Akibat diduga mengendarai Toyota Hilux dalam kondisi mabuk dan kecepatan tinggi, Erdi menabrak seorang polwan anggota Sat Bid Propam Polda Papua hingga.

Hilux yang dibawa Erdi hilang kendali melaju di jalur kanan ketika melintasi sebuah tikungan, setelah itu, menghantam sepeda motor korban yang berada di arah sebaliknya.

Baca juga: Banyak yang Masih Salah Kaprah Bagaimana Cara Matikan Mesin Mobil

Berkaca dari kejadian tersebut, sebelumnya pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, sudah pernah mengatakan bila berkendara dalam kondisi mabuk sangat fatal akibat hilangnya konsentrasi dan membuat tak sadarkan diri.

"Sama seperti halnya berkendara dalam kondisi mengantuk, jangankan konsentrasi, pandangan mata saja sudah tak fokus. Bila pengaruhnya cukup berat, atau sudah mabuk parah, bisa-bisa berkendara dalam kondisi yang tak sadarkan diri," ucap Jusri bebeapa waktu lalu.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintasSHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

Hal serupa juga diutarakan oleh Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), yang mengatakan sudah menjadi rahasia umum bila berkendara dalam kondisi mabuk bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

Menurut Edo, mabuk berpotensi merusak konsentrasi yang padahal sangat dibutuhkan pengemudi dalam mengendarai motor atau mobil guna menekan bahaya dalam berlalu lintas.

Pentingnya konsentrasi pun sampai ditungkan dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada pasal 106 ayat (1).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.