Bluebird Batasi Jumlah Penumpang Selama PSBB Jakarta, Simak Detailnya

Kompas.com - 16/09/2020, 18:40 WIB
Ilustrasi pengemudi Blue Bird dan armada taksi yang dikemudikan Dok. ShutterstockIlustrasi pengemudi Blue Bird dan armada taksi yang dikemudikan
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan berlakunya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, Blue Bird sebagai penyedia layanan transportasi memberlakukan jumlah pembatasan penumpang pada armada taksinya.

Aninda Perdana, General Manager of Corporate Communications PT Blue Bird Tbk, mengatakan, pihaknya akan patuh dan menyesuaikan dengan kebijakan yang sudah diatur pemerintah.

Menurut Aninda, Bluebird berusaha memfasilitasi beberapa masyarakat yang memiliki keharusan untuk tetap bepergian karena tuntutan pekerjaan atau urusan lainnya.

Baca juga: Mengenal Kembali Pelat Nomor Dewa di Jalan Raya

Taksi BlueBird.dok.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Taksi BlueBird.

“Oleh karena itu, kami di Bluebird telah melakukan koordinasi secara internal dalam memastikan SOP protokol kesehatan maupun kesiapan jumlah armada siap sedia dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Aninda, dalam keterangan resmi (15/9/2020).

Termasuk menyesuaikan dengan kebijakan Pembatasan Kapasitas Angkut Sarana Angkutan dan Pengaturan Posisi Duduk Penumpang yang tertera pada Surat Keputusan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi.

Aninda menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pengemudi Bluebird mengenai jumlah batasan penumpang.

Baca juga: Memanaskan Mesin Mobil yang Tak Dipakai Selama PSBB Harus Setiap Hari?

Ilustrasi petugas membersihkan taksiBluebird Ilustrasi petugas membersihkan taksi

Untuk armada jenis sedan, maksimal membawa 2 penumpang di belakang. Sementara untuk armada jenis MPV dapat mengangkut total 3 penumpang, yaitu 2 penumpang di baris kedua, dan 1 penumpan di baris ketiga.

“Kami yakin para penumpang setia Bluebird akan turut mematuhi serta memahami bahwa kebijakan ini bertujuan untuk keselamatan kita bersama,” katanya.

Selain melakukan pembatasan penumpang, Aninda juga mengatakan bahwa serangkaian tindakan preventif juga dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Mulai dari pembersihan armada secara menyeluruh baik sebelum maupun sesudah beroperasi, pengecekan kondisi pengemudi secara teratur, serta menyediakan hand sanitizer di armada.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X