Kompas.com - 16/09/2020, 11:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban pada kendaraan niaga seperti truk merupakan benda paling boros kedua setelah bahan bakar. Oleh karena itu, beberapa pengusaha memilih untuk menstok ban-ban baru agar nantinya bisa digunakan.

Cara menyimpan ban baru ini juga harus diperhatikan dan tidak bisa sembarangan. Jika hanya sekadar menyimpan tanpa diatur, ban malah rawan rusak ketika nanti ingin digunakan.

Independent Tire Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, menyimpan ban boleh saja dengan cara ditumpuk, selama tidak lebih dari empat minggu.

Baca juga: Aturan Bus AKAP Angkut Penumpang Selama PSBB Ketat

Ban truk buntingBambang Widjanarko Ban truk bunting

“Boleh ditumpuk 10 lapis, dengan syarat tidak lebih dari empat minggu penyimpanan. Jika ban disimpan lebih dari empat minggu, lebih baik ditaruh di rak,” kata Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Bambang menjelaskan, jika ingin menumpuk ban, sebaiknya ban paling bawah tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Gunakan alas karet bekas conveyor minimal dengan tebal 2 cm atau bisa juga di atas palet kayu.

“Ketika menyimpan ban di gudang, jika bersentuhan langsung dengan lantai, sangat rawan terjadi oksidasi. Embun dari lantai akan masuk ke pori-pori ban sehingga kawat kerangka ban bisa berkarat,” ucap Bambang.

Baca juga: Adu Fitur, Lebih Canggih Honda PCX atau Yamaha NMAX?

Jika kerangka ban berkarat, bisa membuat ban menjadi kembung, atau paling parah bisa meledak ketika digunakan. Selain itu, ban yang sudah pernah dipakai lebih cepat lapuk daripada ban baru ketika disimpan dalam waktu yang lama. Jika ingin kembali menggunakan ban tersebut, harus lebih hati-hati.

“Ban yang sudah pernah jalan lebih cepat lapuk daripada yang baru. Ban yang sudah lapuk tersebut ketika digunakan bisa meledak. Lepas pasang ban yang sudah dipakai tidak disarankan jika disimpan lebih dari empat minggu,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.