Boleh Beroperasi, Dishub DKI Imbau Ojol Jangan Berkerumun

Kompas.com - 14/09/2020, 13:02 WIB
Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat mulai 14 September 2020 hingga dua pekan ke depan.

Hal ini seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Ibu Kota yang tak kunjung mereda sejak 12 hari belakangan. Diharapkan, melalui PSBB Jakarta bisa cepat terbebas dari pandemi.

Walau demikian, pelaksanaan pembatasan ativitas warga tersebut rupanya sedikit berbeda dengan yang berlaku pada awal pandemi di April 2020 lalu. Satu diantaranya mengenai angkutan barang dan penumpang berbasis aplikasi alias ojek online (ojol).

Baca juga: PSBB Jakarta Kembali Diperketat, Naik Ojol Seharusnya Bawa Helm Sendiri

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 156 Tahun 2020 yang merupakan turunan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19, ojol dan ojek pangkalan boleh mengangkut penumpang.

Akan tetapi, mereka harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti menjaga jarak atau physical distancing dan mengenakan masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun turunan dari aturan menjaga jarak ini, ojol dan ojek pangkalan tidak boleh berkerumun lebih dari lima orang. Sepeda motor yang diparkirkan ketika menunggu penumpang juga diminta berjarak minimal dua meter.

"Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 orang dan menjaga jarak parkir antar-sepeda motor minimal 2 meter saat menunggu penumpang," tulis SK yang telah diterbitkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo tersebut, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Ojek Online Boleh Angkut Penumpang Selama PSBB, Ini Syaratnya

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI melalui SK Nomor 156 Tahun 2020 itu juga meminta operator aplikasi menerapkan teknologi geofencing. Tujuannya, apabila ditemukan pengemudi ojol yang berkerumun lebih dari 5 orang, mereka tidak akan bisa menerima pesanan perjalanan.

"Perusahaan aplikasi wajib menerapkan teknologi informasi geofencing agar pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapatkan perjalanan," ujarnya.

Berikut isi lengkap aturan untuk ojol dan opang di masa PSBB ketat dalam putusan kelima juknis PSBB ketat pada bidang transportasi ;

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.