PSBB Kedua, Transportasi Umum Dibatasi Jumlah dan Jam Operasionalnya

Kompas.com - 10/09/2020, 14:41 WIB
Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membatasi aktivitas masyarakat melalui pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) sebagai upaya menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

Berlaku mulai 14 September 2020, sejumlah aktivitas akan dijaga ketat termasuk transportasi umum, baik dari segi jumlah armada maupun jam operasinya.

"Untuk transportasi umum akan kembali kita batasi secara ketat jumlah dan jamnya," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (9/9/2020).

Baca juga: PSBB Ketat, Pergerakan Keluar Masuk Jakarta Kembali Dibatasi?

Bus transjakarta melenggang di antara kemacetan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom memastikan Jakarta ada di posisi ke-10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus transjakarta melenggang di antara kemacetan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom memastikan Jakarta ada di posisi ke-10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen.

Kendati demikian, keputusan mengenai akses keluar masuk wilayah Ibu Kota masih dibahas lebih lanjut oleh pihak terkait. Pastinya, suasana pada transportasi publik bakal seperti awal pemberlakuan PSBB pada Maret lalu.

Salin itu, Anies juga meniadakan sistem pembatasan mobil pribadi dengan metode ganjil genap. " Transportasi umum akan kembali dibatasi dengan ketat jumlah dan jamnya, ganjil genap untuk sementara ditiadakan," paparnya.

Pada kesempatan sama, Anies juga menyatakan bahwa kondisi di wilayah DKI Jakarta saat ini masuk dalam keadaan darurat. Karenanya, ia mengimbau seluruh masyarakat tidak melakukan kegiatan di luar rumah bila tidak mendesak.

Baca juga: Ini Syarat Bayar Pajak Kendaraan secara Online Selama PSBB Jakarta

Terlebih ruang unit perawatan insentif di rumah sakit yang merawat pasien positif Covid-19 sangatlah terbatas.

"Saat ini kondisi darurat, lebih darurat dari awal wabah dahulu. Maka jangan keluar rumah bila tidak terpaksa," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X