Tips Meminimalisasi Risiko Rem Blong pada Sepeda Motor

Kompas.com - 25/08/2020, 09:12 WIB
Mengerem sepeda motor ada teorinya. mpm-motor.co.idMengerem sepeda motor ada teorinya.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian rem blong atau gagal fungsi pada sepeda motor memang bisa terjadi kapan saja.

Pada beberapa kasus, kejadian sistem pengereman yang tidak bekerja ini didominasi oleh kendaraan roda dua dengan transmisi otomatis.

Kejadian ini sering kali dialami pengendara skuter matik (skutik) saat melaju di jalanan menurun.

Tidak adanya engine brake atau pengurang laju kendaraan dengan memanfaatkan putaran mesin membuat pengendara menggunakan rem secara berlebihan.

Dengan demikian, sistem pengereman mengalami pemuaian sehingga tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Kejadian rem blong memang tidak bisa diprediksi, tetapi jika mengalami hal tersebut, sebaiknya tidak langsung panik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ingat, Mengemudi Sambil Main Ponsel Lebih Bahaya dari Pengaruh Alkohol

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan bahwa rem blong menjadi momok bagi para pengendara motor.

Ilustrasi motorOtomania/Setyo Adi Ilustrasi motor

Untuk itu, Agus pun menyarankan agar sebelum melakukan perjalanan menggunakan motor perlu melakukan pengecekan kondisi kendaraan.

Hal ini untuk memastikan bahwa sepeda motor yang akan dikendarai dalam kondisi yang layak jalan dan tidak membahayakan.

"Sebelum mulai berkendara haruslah membiasakan selalu mengecek motor, di antaranya yaitu rem depan dan belakang, agar kendaraan yang kita gunakan lebih aman," ujar Agus kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun, Agus menambahkan, jika rem blong telanjur terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pengendara.

Baca juga: Ketahui Ini Bahaya Mengemudi Sambil Main Ponsel

1. Jangan panik

Agus mengatakan, saat mengalami kejadian rem gagal fungsi, pengendara sebaiknya tidak langsung panik. Hal ini karena saat pengemudi langsung panik, maka tidak bisa mencari solusi untuk meminimalisasi risiko yang bisa terjadi.

“Jika kita panik maka kita tidak akan bisa berpikir secara baik dan keputusan yang diambil justru bisa membahayakan diri kita sendiri,” ucapnya.

Ilustrasi mengendarai motor.Shutterstock Ilustrasi mengendarai motor.

2. Tutup gas dan menuju ke arah tanjakan

Saat rem tidak bisa berfungsi, Agus menyarankan agar pengendara mencari jalan yang menanjak.

Pemilihan jalan yang naik ini ditujukan untuk mengurangi laju atau kecepatan kendaraan. Dengan begitu, maka sepeda motor akan berjalan lebih pelan dan bisa berhenti dengan sendirinya.

Baca juga: Mengendarai Motor Sambil Dengarkan Musik Bahaya, Ini Penjelasannya

3. Bunyikan klakson

Jika situasi semakin tidak terkendali, maka usahakan untuk membunyikan klakson dan hindari tabrakan.

Namun, jika terpaksa harus menabrak agar motor berhenti maka carilah tempat yang tidak terlalu membahayakan seperti di rumput atau pasir.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.