Tips Mengemudikan Mobil di Jalan Sempit

Kompas.com - 18/08/2020, 19:41 WIB
Salah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama. KOMPAS.com/Dimas WahyuSalah gang atau jalan sempit di kawasan DKI Jakarta. Gang atau jalan sempit ini kerap dijadikan jalan tikus karena padatnya arus lalu lintas di jalan utama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertemu dengan jalan sempit kerap jadi momok bagi sebagian pengemudi mobil, terutama bagi mereka yang belum mahir. Sebab, bila tidak hati-hati, bodi mobil bisa saja tergores, biasanya diakibatkan bersenggolan dengan kendaraan lain.

Menghadapi hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengemudi. Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah penguasaan dasar tentang reference point atau dimensi kendaraan.

Seperti mengetahui ukuran panjang dan lebar mobil tersebut, disertai memahami letak pilar A,B, dan C.

Baca juga: Apa Perbedaan Innova TRD Sportivo dengan Tipe Standar?

Pilar A adalah pilar yang terdapat di bagian jok depan atau tempat meletakkan kaca depan, pilar B terdapat dibelakang jok depan atau lokasi dudukan seat bealt untuk pengemudi, sedangkan pilar C ada di bagian kaca belakang.

Labirin atau gang-gang sempit di Thamel, Kathmandu, Nepal, sangat terkenal di kalangan trekker atau pendaki gunung Himalaya. Berbagai macam perlengkapan trekking tersedia di sini, begitu pula suvenir.KOMPAS/ELOK DYAH MESSWATI Labirin atau gang-gang sempit di Thamel, Kathmandu, Nepal, sangat terkenal di kalangan trekker atau pendaki gunung Himalaya. Berbagai macam perlengkapan trekking tersedia di sini, begitu pula suvenir.

Memahami letak pilar A,B, dan C sangat penting sebagai patokan untuk bermanuver bila menemukan belokan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Trik Sederhana Cegah Helm Bau Apek

“Potensi-potensi terserempet juga menjadi kecil. Ilmu ini bisa diasah oleh pengemudi dengan seringnya mencuci mobil secara mandiri,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Sony melanjutkan, visibilitas atau pandangan pengemudi harus luas keluar kendaraan agar blindspot-nya menjadi kecil.

“Sering kali di saat-saat itu pengemudi gagal dalam melihat secara luas akhirnya mengubah posisi duduk. Hal ini tidak diperkenankan karena merubah posisi duduk menjadikan kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi menjadi berkurang,” katanya.

Terakhir, Sony mengingatkan, ketika berkendara di jalan yang sempit harus dilakukan dengan hati-hati dan melintas dengan kecepatan yang rendah.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.