Kapan Pindad Buka Pemesanan Maung Versi Sipil?

Kompas.com - 05/08/2020, 11:02 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti yang sudah diinformsukan sebelumnya, selain untuk kebutuhan militer, PT Pindad (Persero) juga bakal produksi Maung sebagai kendaraan dalam versi sipil.

Artinya, kendaraan taktis (Rantis) tersebut juga bisa dipesan oleh warga sipil. Bahkan salah satu calon pemesanan yang dikabarkan bakal mendapat unit perdana Maung versi sipil nanti adalah Anang Hermansyah.

Lalu apakah sebenarnya Pindad sudah membuat keran pemesanan untuk Maung versi sipil saat ini ? Menjawab hal tersebut, Abraham Mose, Direktur Utama Pindad, mengatakan bila sebenarnya pemesanan untuk sipil baru akan dilakukan usai pemesanan untuk militer selesai.

Baca juga: Anang Hermansyah Bakal Jadi Warga Sipil Pertama Pemilik Maung Pindad

"Masih sama seperti yang kami infokan beberap hari lalu, untuk sekarang kami sedang kerjakan versi militer yang dipesan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, setelah itu baru kami buka jalur untuk lainnya," ucap Abraham saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

"Rencananya setelah militer, kita bakal produksi komersial tapi untuk kebutuhan instansi pemerintahan dulu, setelah itu baru kami buka kesempatan untuk sipil. Paling lambat versi sipil kita buka purchase order (PO) pada awal 2021," kata dia.

Abraham menjelaskan pemenuhan kebutuhan militer untuk Prabowo saat ini sudah dalam proses pengerjaan. Produksinya dimulai tak lama setelah Pindad mendapat order 500 unit Maung.

Proses pengiriman memang tak dilakukan sekaligus, namun secara bertahap sepanjang 2020. Diharapkan saat HUT TNI pada 5 Oktober 2020 nanti, sebagian unit mobil yang dibekali mesin turbodiesel Toyota Hilux tersebut sudah bisa dikirim untuk mengikuti defile.

Baca juga: Toyota Suplai Hilux untuk Produksi Maung Pindad

"Kemarin beliau (Prabowo) meminta Maung bisa ikut defile, sekarang ini kan sudah dikerjakan, jadi paling tidak sekitar 100-an unit sudah bisa diantar sebelum 5 Oktober nanti," ucap Abraham.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

"Selesai semua pesanan, baru kita coba buka untuk sipil, untuk variannya nanti ada juga," ucap Abraham.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X