Mobil Jarang Digunakan, Salah Jika Tangki BBM Dibiarkan Kosong

Kompas.com - 12/08/2020, 18:41 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya pandemi membuat sebagian masyarakat memilih untuk lebih banyak berada di rumah dan jarang menggunakan mobil. Bahkan, untuk sekadar mengisi BBM (bahan bakar minyak).

Tak banyak pemilik mobil yang sadar bahwa menjaga tangki BBM tetap penuh termasuk dalam perawatan mobil. Sebab, dengan menjaga tetap penuh, bisa terhindar dari karat pada bagian dalam tangki.

Baca juga: Amankah Mobil Minum Bensin Eceran?

Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto200 Bekasi Barat, mengatakan, apalagi jika mobil jarang digunakan, akan terjadi penguapan jika tangki BBM dalam keadaan kosong atau tidak penuh.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

"Tapi, jika mobil tersebut aktif dalam artian setiap hari selalu digunakan untuk beraktivitas, tidak masalah jika tidak diisi penuh. Tujuan sebenarnya hanya sebagai kenyamanan buat pemilik mobil saja," ujar Sapta, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sapta menambahkan, tidak perlu sering-sering datang ke SPBU untuk mengisi BBM. Apabila mengisi penuh pun, ada aturannya atau jangan sampai meluap ke permukaan. Minta kepada petugas SPBU sampai nozzel BBM bunyi klik.

Baca juga: Lampu Indikator Bensin Menyala, Sisa Berapa Liter di Tangki?

"Karena bagaimana pun tanki BBM itu butuh ruang untuk udara. Fungsinya agar BBM bisa mengembang," kata Sapta.

Menurutnya, apabila ruang dalam tangki penuh oleh bensin, maka udara akan keluar melalui lubang hawa. Hal ini tentu saja sama dengan membuang BBM dengan percuma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X