Laka Lantas Terbanyak Ada di Jawa Timur, DKI Jakarta Urutan Kelima

Kompas.com - 29/07/2020, 17:01 WIB
Mobil yang ditumpangi ajudan Kapolda Jatim terlibat kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono, Jumat (10/7/2020). istimewaMobil yang ditumpangi ajudan Kapolda Jatim terlibat kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono, Jumat (10/7/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bersamaan dengan Operasi Patuh Jaya yang berlangsung sejak 23 Juli sampai 5 Agustus 2020, kepolisian juga menghimpun data perihal laka lantas ( kecelakaan lalu lintas) yang terjadi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, jumlah angka kecelakaan pada minggu ke-30 tahun 2020, masih sama dengan minggu ke-29 sebelumnya.

“Sesuai dengan data laka lantas di Korlantas Polri, pada minggu ke-29 dibandingkan dengan minggu ke-30 tahun 2020, tidak terjadi penurunan atau kenaikan kejadian,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, dalam konferensi virtual (27/7/2020).

Baca juga: Selamat Jalan Bapak Grand Livina Indonesia, Teddy Irawan

Polisi olah tempat kejadian perkara kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar yang mengendarai motor di jalan provinsi Kilometer 16,5 Jogja-Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Satu pelajar ini tewas, satu lainnya luka berat.DOKUMENTASI HUMAS POLRES KULON PROGO Polisi olah tempat kejadian perkara kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar yang mengendarai motor di jalan provinsi Kilometer 16,5 Jogja-Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Satu pelajar ini tewas, satu lainnya luka berat.

Awi mengatakan, pada minggu ke-29 terjadi 1.083 kejadian kecelakaan di seluruh Indonesia. Jumlah yang sama rupanya juga terjadi pada minggu ke-30.

Begitu juga dengan perincian korban kecelakaan, di mana pada minggu ke-29, terdapat korban luka ringan sebanyak 1.234 orang, luka berat 127 orang, dan meninggal dunia 224 jiwa.

Sementara pada minggu ke-30 tercatat ada sebanyak 1.083 kejadian, dengan perincian korban sebanyak 1.309 luka ringan, 135 luka berat, 200 meninggal dunia.

Baca juga: Keren, Wujud Maung Pindad Berpengerak 6x6 dan SWB

operasi Patuh Jaya depan BKN , Jakarta Timur, Kamis (23/7/2020)KOMPAS.COM/WALDA MARISON operasi Patuh Jaya depan BKN , Jakarta Timur, Kamis (23/7/2020)

Hasil yang kurang lebih sama ini juga berimbas pada kerugian materiil yang ditaksir kepolisian, yakni sebanyak Rp 1.944.800.000 pada minggu ke-29 dan Rp 1.958.801.700 pada minggu ke-30.

Namun menariknya, kepolisian turut mencatat daerah-daerah yang paling banyak mengalami laka lantas. Khususnya pada minggu ke-30 tahun ini atau awal penerapan Operasi Patuh Jaya 2020.

“Yang menjadi catatan terdapat 5 Polda dengan jumlah laka lantas tertinggi, yang pertama adalah Polda Jawa Timur sebanyak 288 laka lantas, dengan perincian 394 luka ringan, 9 luka berat, 39 meninggal dunia, dan kerugian materiil Rp 344.430.500,” ucap Awi.

Baca juga: Menang Dua Seri MotoGP, Yamaha Nyaris Habiskan Jatah Mesin

Sejumlah polisi lalu lintas wanita mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya Tahun 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Operasi Patuh Jaya 2020 tersebut berlangsung selama 14 hari dimulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 dengan mengerahkan sebanyak 1.807 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas di masa adaptasi kebiasaan baru.ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Sejumlah polisi lalu lintas wanita mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya Tahun 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Operasi Patuh Jaya 2020 tersebut berlangsung selama 14 hari dimulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 dengan mengerahkan sebanyak 1.807 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas di masa adaptasi kebiasaan baru.

Sedangkan untuk urutan kedua dan seterusnya, dihuni oleh Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Sumatera Utara, dan Polda Metro Jaya.

“Nomor 5 ada Polda Metro Jaya sebanyak 50 laka lantas dengan perincian 46 luka ringan, 10 luka berat, 7 meninggal dunia, dan kerugian materiil Rp 54.650.000,” katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X