Prospek Industri Otomotif Indonesia Masih Menjanjikan

Kompas.com - 21/07/2020, 17:01 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa laju industri otomotif nasional di masa pandemi virus corona alias Covid-19 masih menjanjikan.

Hal ini tercermin dari kembali menggeliatnya volume penjualan mobil usai anjlok di kuartal II/2020, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, dan tingginya kapasitas produksi dengan didukung populasi kelas menengah.

"Lebih jauh, saat ini Indonesia memiliki 22 perusahaan industri KBM (penjualan kendaraan bermotor) roda 4 atau lebih yang memiliki fasilitas perakitan dan atau manufaktur di dalam negeri dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Menperin Mengaku Solar D-100 Halus untuk Mesin Diesel

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

"Kemudian, penyerapan tenaga kerjanya secara langsung sebanyak 75 ribu orang, serta tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang. Belum lagi banyak sektor yang bersinggungan dengan otomotif, rantainya panjang," lanjut dia.

Di samping itu, saat ini ada sekitar 1.550 perusahaan industri bahan baku dan komponen otomotif dalam negeri, yang terdiri atas 550 perusahaan industri tier 1, dan 1.000 perusahaan industri merupakan tier 2 dan 3.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari jumlah tersebut, 237 perusahaan industri tergabung dalam GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) dan 128 perusahaan industri tergabung dalam PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif).

Rapor penjualan mobil di semester pertama 2020 secara wholesalesKOMPAS.com/Ruly Rapor penjualan mobil di semester pertama 2020 secara wholesales

Sementara dari sisi penjualan, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesisa (Gaikindo), wholesales di Juni 2020 meningkat 255 persen dari 3.551 unit di Mei 2020 menjadi 12.623 unit.

Sementara penjualan retail di periode sama, naik 11 ribuan unit yaitu dari 17.083 unit menjadi 29.862 unit.

Tapi secara tahunan, kinerja penjualan mobil di semester I/2020 memang mengalami perlambatan sebesar 46 persen.

Baca juga: Pandemi Tak Menyurutkan Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Ilustrasi pabrik perakitan mobiltribunnews Ilustrasi pabrik perakitan mobil

Performa Industri Otomotif di 2019

Pada kesempatan sama, Putu juga mengulas kinerja industri kendaraan roda empat nasional pada 2019. Dimana, produksi mobil saat itu mencapai 1,28 juta unit kendaraan (setara 13,17 miliar dolar AS) atau turun 4,2 persen dari tahun sebelumnya.

Namun demikian, kinerja ekspor kendaraan bermotor tahun 2019 baik dalam bentuk CBU (mobil dalam keadaan utuh) maupun CKD (mobil dirakit di dalam negeri) mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Yakni, 25,7 persen untuk CBU dan 523 persen di sisi CKD.

Penjualan kendaraan bermotor (KBM) roda empat atau lebih pada 2019 masih didominasi jenis kendaraan multifungsi (MPV) di bawah 1.500 cc sebanyak 442 ribu unit atau menyumbang sekitar 43 persen dari total penjualan nasional.

Adapun jenis kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) di bawah 1.200 cc sebanyak 217 ribu unit atau menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan nasional.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.