Kata Builder Soal Wacana Pelegalan Motor Custom

Kompas.com - 21/07/2020, 12:41 WIB
Protechnic Moto Foto: Protechnic MotoProtechnic Moto
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gagasan bisa melegalkan sepeda motor hasil rancang bangun sendiri alias motor custom kembali digulirkan. Latar belakangnya, yaitu ingin mengembangkan industri kreatif ini agar bisa dinikmati di dalam dan liar negeri.

Kendati demikian, Ari Suprianto, punggawa Protechnic Moto, workshop motor custom asal Rempoa, Tangerang Selatan, mengatakan, pada dasarnya kreator dan konsumennya harus sadar kondisi motor yang dimodifikasi tersebut.

"Kalau bodong ya tetap bodong. Tergantung yang dicustom, kalau memang motornya bersurat tinggal datang ke polisi kalau motor ini merubah bentuk. Sama seperti mobil juga begitu," kata Ari kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Gagasan Pelegalan Motor Custom Butuh Peran Banyak Pihak

Honda Tiger bergaya chopper bobber dijejali mesin model W Engine, garapan Psychoengine di Kustomfest 2019Dok. Kustomfest Honda Tiger bergaya chopper bobber dijejali mesin model W Engine, garapan Psychoengine di Kustomfest 2019

Contohnya kata Ari, memodifikasi motor sport jadi chopper dan membuat rangka serta banyak komponen lain sendiri. Asal motornya memang bersurat, mau dimodifikasi apapun bisa keluar pengesahannya.

Ari mengatakan, sulit kalau memang motornya sudah tidak bersurat kemudian ingin bisa lengkap seperti motor baru. Apalagi jika rangka bikin sendiri tidak ada nomornya, mesin copotan dan lain-lain tapi ingin punya surat.

"Sulit kan, terus From A, pabrikan, ATPM. Susah, itu seperti khayalan. Sekarang kalau yang bersurat kan harus uji kelayakan, uji emisi, standarisasi pabriknya. Kalau (kelasnya) bengkel apakah sudah standar dari segi alatnya, pengerjaannya, kan tidak mudah. Kita juga harus sadar diri, kalau motornya bodong ya bodong," katanya.

Baca juga: Pandemi Tak Menyurutkan Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Ragam aliran modifikasi di 2016Stanly/Otomania Ragam aliran modifikasi di 2016

"Kalau mau dilegalkan artinya harus ada standarisasi bengkel juga kalau begitu. Dari segi pengerjaan, SDM, banyak yang harus dipikirkan dan terlibat, nantinya juga bakal pakai surat izin dan jadinya malah ribet," kata Ari.

Untuk kasus motor custom atau paling tidak yang modifikasi berat sampai mengubah bentuk standar motor kata Ari, sebetulnya hal itu sudah ada aturannya. Tinggal datang ke polisi untuk minta pengesahan motor ubah bentuk.

"Kalau motor custom itu sebetulnya ada peraturannya yaitu ubah bentuk. Itu ada. Misalnya ninja 2-tak terus dicustom jadi trail, kiha ajukan ubah bentuk, itu ada dan sudah dari dulu," kata Ari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X