Pandemi Tak Menyurutkan Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 21/07/2020, 07:22 WIB
Hyundai diam-diam menawarkan mobil listrik Ioniq untuk pasar Indonesia Kompas.comHyundai diam-diam menawarkan mobil listrik Ioniq untuk pasar Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian mencatat penjualan mobil listrik pada awal tahun ini terbilang meningkat dibandingkan 2019. Padahal penjualan mobil konvensional harus anjlok dihantam pandemi Covid-19.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, mengatakan, perkembangan mobil listrik di Indonesia terbilang cukup baik.

Menurut Putu, sebanyak 600 unit mobil listrik terjual di Indonesia pada tahun lalu. Sementara itu, sampai dengan April 2020, penjualan mobil listrik sudah hampir mendekati capaian pada 2019.

Baca juga: Pasang Sekat Partisi di Avanza dan Sejenis, Mengganggu Posisi Duduk

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperkenalkan armada taksi mobil listrik yang diberi nama e-Taxi. Ini merupakan salah satu inovasi yang digagas Blue Bird untuk membirukan langit Indonesia.Dok. Shutterstock PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperkenalkan armada taksi mobil listrik yang diberi nama e-Taxi. Ini merupakan salah satu inovasi yang digagas Blue Bird untuk membirukan langit Indonesia.

“Pada periode Januari sampai dengan April 2020 tercatat sebanyak 545 unit penambahan mobil listrik di pasar dalam negeri,” ujar Putu, dalam diskusi virtual belum lama ini.

Meski terjadi peningkatan yang signifikan, Putu menambahkan saat ini penjualan mobil listrik lebih banyak diserap oleh konsumen fleet.

Salah satunya yang sedang ramai adalah perusahaan taksi seperti Blue Bird, Silver Bird, hingga Grab yang sudah memiliki layanan taksi listrik.

Baca juga: Pelanggar Lalu Lintas Ibu Kota Bisa Mulai Ditilang Hari Ini

Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Silverbird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Silverbird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.

“Pangsa pasar mobil listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh perusahaan angkutan umum,” ucap Putu.

“Sedangkan untuk penggunaan pribadi maupun instansi pemerintah relatif masih kecil disebabkan harga mobil listrik yang relatif masih tinggi,” katanya.

Putu menambahkan, untuk bisa terserap oleh pasar yang lebih luas, pemerintah harus mengatur beberapa strategi agar mobil listrik di Indonesia bisa lebih terjangkau.

“Pemerintah saat ini sedang menyiapkan beberapa insentif tambahan berupa bea masuk CKD dan IKD, BMDTP (Bea Masuk Ditanggung Pemerintah) untuk bahan baku dan komponen, serta ketentuan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri),” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X