Banyak yang Belum Paham, Cara Benar Mengemudi di Bundaran

Kompas.com - 21/07/2020, 10:22 WIB
ilustrasi bundaran Kompas.com/Fathan Radityasaniilustrasi bundaran

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika melintasi bundaran jalan atau simpang memutar, kadang ditemui pengendara yang menyelonong masuk tanpa memperhatikan posisi kendaraan lain. Faktanya, masih banyak pengendara motor dan mobil yang belum paham etika berkendara ketika melintasi bundaran.

Kalau salah, tentu bisa berbahaya.

Ketika ingin masuk ke bundaran, ada etika yang harus dilakukan oleh pengguna jalan, tidak bisa asal selonong. Training Director The Real Driving Centre, Marcell Kurniawan mengatakan, ketika ingin masuk bundaran, harus memberi jalan terlebih dahulu.

“Kita harus memberi jalan pada kendaraan yang sudah ada di bundaran. Setelah ada ruang, baru boleh bergabung ke bundaran,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Alasan Rossi Sudahi Balapan Perdana MotoGP 2020 di Jerez

Ilustrasi Bundaran HI: Sebuah helikopter yang terekam kamera saat terbang rendah di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (23/4/2013).HANDOUT Ilustrasi Bundaran HI: Sebuah helikopter yang terekam kamera saat terbang rendah di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marcell mengingatkan untuk selalu waspada terhadap blind spot dan pejalan kaki di sekitar dan jangan lupa untuk mengomunikasikan niat dengan lampu sein. Training Director & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu juga memiliki pendapat yang sama.

Jika bundaran memiliki dua lajur dan ingin lurus atau keluar di exit kedua, jangan mengemudikan ke lajur dalam, tapi tetap di lajur luar. Menyalakan lampu sein kiri bisa dilakukan setelah melewati exit pertama menuju exit kedua, jangan sebelum exit pertama.

Baca juga: Pasang Sekat Partisi di Avanza dan Sejenis, Mengganggu Posisi Duduk

“Kalau menyalakan lampu sein sebelum exit pertama, nanti pengemudi di belakang bisa salah mengartikan mobil mau langsung belok ke kiri,” ucap Jusri kepada Kompas.com.

Untuk mobil yang ingin keluar dan berada di jalur paling dalam, perpindahan lajur harus dilakukan secara bertahap, tidak memotong lajur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X