Diambil Alih Pemerintah Pusat, Terminal Bus Bakal Punya Mal dan Hotel

Kompas.com - 05/07/2020, 07:43 WIB
Sejumlah bus bersiap di jalur keberangkatan AKAP Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (28/5/2019) KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINSejumlah bus bersiap di jalur keberangkatan AKAP Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (28/5/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil alih sekitar 110 terminal dari 145 terminal tipe A di seluruh Indonesia.

Secara lebih rinci, sebanyak 89 terminal sudah masuk proses pendaftaran, 13 terminal proses peralihan aset ke Kementerian Keuangan, 8 terminal proses verifikasi aset.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan, proses peralihan ini merupakan bentuk dukungan pembangunan dan rehabilitasi Terminal Tipe A sebagai lokasi kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

Baca juga: Ojol Boleh Bawa Penumpang Lagi, Pendapatan Driver Berangsur Normal

 

Sejumlah warga antre masuk bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah warga antre masuk bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.

Menurut Budi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa yang akan datang. Tak heran, terminal diklaim akan lebih baik lagi setelah pengelolaannya dialihkan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Budi menambahkan, rencananya hotel dan mal akan dibangun di sana, sehingga dapat membawa manfaat kepada masyarakat.

“Sesuai arahan dari Bapak Menteri Perhubungan, bahwa apa yang ada di pusat seperti terminal atau jembatan timbang harus dinikmati sampai ke bawah hingga masyarakat,” ujar Budi, dalam keterangan tertulis (4/7/2020).

 Baca juga: Cek Harga Skutik Murah Juli 2020, Sebelum Beli

 

Kondisi di terminal bus Bukittinggi. Pendapatan bus sopir antar kota di Sumbar menurun sejak adanya virus coronaRAMADHANI/KOMPAS.com Kondisi di terminal bus Bukittinggi. Pendapatan bus sopir antar kota di Sumbar menurun sejak adanya virus corona

Salah satu contoh terminal yang sudah diambil alih pemerintah pusat, yaitu Terminal Tipe A Tidar Magelang.

Sementara itu, kegiatan serah terima Terminal Tipe A dari Pemkot Magelang kepada Ditjen Hubdat mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Budi juga mengatakan, sampai akhir 2020 rencananya akan ada 15 terminal yang bakal dimodernisasi oleh Ditjen Hubdat.

 Baca juga: Heboh Motor Sport 250 cc 4-Silinder, Honda Punya yang 6-Silinder

 

Sejumlah penumpang berjalan menaiki salah satu PO tujuan masih dalam provinsi di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (13/5/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Sejumlah penumpang berjalan menaiki salah satu PO tujuan masih dalam provinsi di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (13/5/2020)

“15 terminal tersebut akan kami tingkatkan kualitasnya, baik menyangkut sumber daya manusia, pra-sarana, dan konsep terminal yang mixed use,” kata Budi.

Artinya di dalam terminal tak hanya semata terminal saja, namun ada kegiatan bisnis, sosial, bahkan kegiatan pendidikannya. Harapan kami begitu diserahkan, akan langsung kami benahi,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X