Ojol Boleh Bawa Penumpang Lagi, Pendapatan Driver Berangsur Normal

Kompas.com - 04/07/2020, 12:02 WIB
Protokol Kesehatan Naik Ojek Online KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoProtokol Kesehatan Naik Ojek Online
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta dan Bogor sudah memperbolehkan ojek online ( ojol) untuk membawa penumpang kembali.

Kebijakan ini tentunya menjadi angin segar bagi para driver transportasi berbasis aplikasi setelah dilarang membawa penumpang selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Dengan diperbolehkannya mengangkut penumpang, pendapatan para driver pun mengalami peningkatan dibandingkan saat PSBB.

Baca juga: Ojek Online di Bogor Bakal Dapat Ribuan Sekat Partisi

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua ( Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, selama ini pendapatan terbesar yang didapatkan para driver adalah dari penumpang.

Saat sejumlah wilayah melarang ojek daring membawa penumpang otomatis pendapatan driver mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Jl. Prof. DR. Satrio, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pendapatan yang paling besar para driver ojol itu dari mengantarkan penumpang, bukan dari antar makanan atau pun barang,” ujarnya kepada Kompas.com kemarin.

Setelah DKI Jakarta memberikan lampu hijau kepada ojol untuk membawa penumpang lagi, Igun mengatakan, pendapatan driver perlahan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Meski begitu, Igun mengatakan peningkatan yang terjadi tidaklah terlalu besar hanya berkisar antara 10 hingga 20 persen saja.

Baca juga: Ini Aturan Bawa Penumpang Mobil Pribadi di Kota Bogor

“Kondisi ojek saat ini, sudah bisa bawa penumpang pendapatan sudah naik atau membaik. Tapi belum normal, kenaikannya hanya 10 sampai 20 persen,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut karena adanya adaptasi baru dari penumpang setelah beberapa waktu lalu tidak menggunakan aplikasi ojol.

Petugas menyemprot disinfektan kepada pengendara ojek online setelah pembagian masker di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas menyemprot disinfektan kepada pengendara ojek online setelah pembagian masker di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X