Punya Kendaraan Wajib Paham Fitur Komunikasinya

Kompas.com - 28/06/2020, 10:41 WIB
Suasana kendaraan terjebak macet di Jl. Gatot Subroto dan Tol Cawang-Grogol di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pada hari pertama  orang masuk kantoran dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana kendaraan terjebak macet di Jl. Gatot Subroto dan Tol Cawang-Grogol di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Pada hari pertama orang masuk kantoran dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lampu pada mobil dan sepeda motor ternyata memiliki fungsi lebih dari sekadar alat penerangan, yakni sebagai fitur komunikasi. Karena itu, pemilik kendaraan diharap jangan sembarang memodifikasi lampu atau memainkannya dengan sengaja.

Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan jauh sebelum adanya perkembangan komunikasi, sejak dulu kendaraan sudah lebih dulu memiliki perangkat isyarat untuk berinteraksi, baik dari lampu atau pun klakson.

Keduanya ini sama-sama memiliki fungsi yang cukup fital, namun dalam penggunaannya, pengendara juga harus bijak.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Ini Fungsi Lampu DRL Mobil

"Lampu dan klakson fitur komunikasi yang wajib dan sudah ada sejak dahulu. Klakson fungsinya memberikan isyarat, sama juga seperti lampu utama saat kita menggunakan high beam, selain itu ada juga fitur pemberi syarat lainnya, yakni lampu sein ketika kita ingin ke kiri atau ke kanan, sampai lampu rem di bagian belakang," ucap Jusri kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Mobil New BMW X1, Sport Utility Vehicle (SUV) terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Jumat (1/11/2019). BMW X1 facelift hadir dengan satu varian yaitu X1sDrive18i xLine. Mobil ini sudah dirakit secara lokal di fasilitas BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara dan dibanderol Rp739.000.000 off the road.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Mobil New BMW X1, Sport Utility Vehicle (SUV) terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Jumat (1/11/2019). BMW X1 facelift hadir dengan satu varian yaitu X1sDrive18i xLine. Mobil ini sudah dirakit secara lokal di fasilitas BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara dan dibanderol Rp739.000.000 off the road.

"Penting untuk dimengerti, penggunaan masing-masing fitur komunikasi ini ada fungsinya, bukan sekadar pelengkap saja. Saat ini banyak yang salah dalam menerapkannya, seperti terus-menerus menyalakan lampu jauh sampai klakson-klakson tak beraturan," kata dia.

Menurut Jusri, pengendara mobil dan motor yang menggunakan kedua alat komunikasi tadi tidak bisa sembarangan, harus sesuai dengan peruntukannya. Selain itu juga perlu memahami dampak dan mengerti etikanya.

Contoh, paling sering terjadi ketika berkendara malam hari kebiasaan pengguna mobil selalu menyalakan lampu jauh. Alih-alih karena minim pengliatan, tapi tindakan tersebu menganggu pengguna kendaraan di depan serta berbahaya bagi pengendara lain yang berlawanan.

Baca juga: Bukan Cuma Motor, Lampu Siang Hari Harusnya Wajib Bagi Semua Kendaraan

Lampu motor Foto: Istimewa Lampu motor

Begitu juga dengan membunyi klakson. Perlu diketahui, klakson memiliki fungsi ke isyarat, sehingga bila menekan secara terus-menerus kepada pengendara lain bisa memicu atau mempengaruhi tindak prilaku orang lain sesama pengguna jalan.

"Tidak bisa seenaknya, apalagi bila lampu dan klakson tersebut sudah dimodifikasi seperti lebih terang atau suara lebih besar, yang ada malah menggangu. Gunakan sesuai fungsi dan bijak, berkendara juga harus ada etikanya," ujar Jusri.

Selain itu, masih banyak contoh lain keteledoran menggunakan alat komunikasi pada kendaraan, paling mudah ditemui pada kasus motor yang lupa mematikan lampu sein sehingga membinggungkan pengendara di belakangnya.

Ilustrasi klaksontribunnews.com Ilustrasi klakson

Belum lagi ditambah dengan penggunaan lampu hazard yang sering ditemui digunakan tidak sesuai kepentingannya. Mulai saat melewati perempatan, melewati terowongan, atau ketika berkendara di tengah guyuran hujan lebat.

Baca juga: Jangan Asal Ganti Warna Lampu Kendaraan, Ada Aturannya

Padahal lampu hazard digunakan sebagai isyarat yang menandakan seseorang atau kendaraan dalam kondisi darurat. Ketika menggunakannya pun baik mobil dan motor harusnya dalam kondisi berhenti, bukan berjalan apalagi konvoi.

Ilustrasi Lampu HazardOtomotifnet Ilustrasi Lampu Hazard

"Salah kaprah ini bukti pemilik kendaraan tak mengerti fungsi-fungsi pada kendaraanya, bisa jadi hanya bisa pakai tapi buta soal masalah aturan, pengertian, dan lain-lain, padahal itu semua adalah dasar," kata Jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X