Adab Pengemudi di Jalur Lambat Jalan Tol

Kompas.com - 21/06/2020, 13:01 WIB
Ilustrasi menyalip truk Foto: QuoraIlustrasi menyalip truk
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan tol terdiri dari beberapa lajur. Tiap lajur punya fungsi yang berbeda-beda. Untuk lajur satu digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan konstan dan rendah semisal truk atau bus.

Meski kecepatannya konstan dan relatif lebih lambat buka berarti pengemudi di lajur ini bisa santai. Sebab berada di lajur lambat punya tanggung jawab untuk mobil yang baru masuk tol.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, pengemudi di lajur lambat harus pindah lajur jika ada mobil yang mau masuk ke tol.

Baca juga: Demi Keselamatan, Pahami Fungsi Lajur di Jalan Tol

Sejumlah kendaraan melintas di lajur contraflow di ruas jalan Tol Jagorawi arah menuju ke Cawang di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (8/6/2020). Terpantau terjadi kepadatan kendaraan di Tol Jagorawi menuju arah Jakarta dari KM 13 Cibubur hingga KM 08 Cipayung.ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj. Sejumlah kendaraan melintas di lajur contraflow di ruas jalan Tol Jagorawi arah menuju ke Cawang di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (8/6/2020). Terpantau terjadi kepadatan kendaraan di Tol Jagorawi menuju arah Jakarta dari KM 13 Cibubur hingga KM 08 Cipayung.

"Begitu mau masuk atau ada garis lajur masuk pintu tol, atau orang dari luar mau masuk ke tol, dia (pengemudi di lajur lambat) itu harus pindah ke lajur nomor dua. Lajur nomor satu harus dikosongin, agar mobil-mobil yang masuk ke tol maka masuk dalam batas minimum speed atau harus sama dengan actual traffic speed yang sudah ada," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasannya kata Jusri, agar mobil yang baru masuk bisa langsung menyesuaikan kecepatan rata-rata di dalam jalan tol. Sebab setelah mobil membayar karcis dan masuk tol, maka itu diibaratkan runway pesawat.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Jarak Aman Antarkendaraan di Jalan Tol

"Kalau di dalam (tol) orang larinya 80 kpj maka mobil ini (saat) langsung masuk tidak boleh 60 kpj tapi harus 80 kpj, karena kalau dia lebih lambat dia bisa membahayakan orang lain," kata Jusri.

Selain soal penggunaan lajur lambat, Jusri mengatakan ada tiga kesalahan yang kerap dilakukan orang Indonesia saat mengemudi di jalan tol.

"Orang di Indonesia dalam penggunan lajur ini sering salah. Bahu jalan dipakai overtake, lajur cepat tapi kecepatan konstan. Ketiga pindah jalur kasar saat mau masuk gerbang tol," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.