Saat New Normal, MPV Murah Bekas Bakal Dicari Konsumen

Kompas.com - 21/06/2020, 10:42 WIB
Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari. Ari PurnomoSeorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki masa transisi menuju new normal, banyak perubahan baru yang dilakukan oleh masyarakat. Termasuk dalam hal memilih jenis mobil bekas untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Meski saat ini kondisi penjualan mobil bekas belum terlihat geliatnya kembali, tetapi dalam satu hingga dua bulan ke depan penjualannya diprediksi sudah berangsur normal.

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, untuk kondisi saat ini masih belum ada perubahan dibandingkan dengan sebelumnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Bekas Buatan Eropa Bukan untuk Pemula?

Di mana penjualan mobkas juga masih lesu terlebih dengan ditutupnya perkantoran selama beberapa bulan termasuk bursa mobil bekas.

“Kalau bulan Juni ini sepertinya belum bisa kembali seperti semula, kemungkinan Juli atau September itu baru bisa kembali normal,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta PusatKompas.com/Setyo Adi Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat

Dengan kondisi seperti saat ini, Herjanto memprediksi, ada peningkatan jumlah peminat mobil tipe Multi Purpose Vehicle ( MPV). Selain bisa memuat banyak, menurutnya pertimbangan harga juga menjadi salah satu yang mendasarinya.

“Prediksi saya yang akan menjadi dominan atau yang paling banyak peminatnya itu tipe-tipe MPV, seperti Calya, Sigra dan juga Ertiga. Itu yang akan mendominasi nantinya,” katanya.

Herjanto menambahkan, untuk harga mobil bekas dari tipe-tipe tersebut berkisar antara Rp 80 juta sampai dengan Rp 100 jutaan.

Baca juga: Catat, Bebas Denda Pajak Kendaraan di Jatim Berakhir Akhir Juli 2020

“Dibandingkan dengan mobil LCGC pembeli mobil pertama akan lebih cenderung memilih Calya atau pun Sigra,” ucapnya.

Selain itu, Herjanto juga menyebut, Xenia dan juga Avanza juga akan kembali dilirik oleh calon pembeli di masa tatanan kehidupan baru nantinya.

Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***  ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***

“Avanza dan Xenia juga akan kembali dilirik karena harganya dan muat banyak, dulu kan setengahnya mulai melupakan karena harga Covid ini kembali dilirik dan lebih kedengaran sekarang,” tuturnya.

Untuk harga Xenia keluaran 2019, Herjanto memperkirakan banderolny masih mencapai Rp 160 juta.

Baca juga: Izin Kepemilikan SIM Bisa Dicabut, Ini Aturan Lengkapnya

Sementara itu, untuk tipe SUV, Herjanto mengatakan akan tetap masih banyak dicari tetapi kebanyakan akan memilih yang murah dan tahun tua. Seperti Fortuner keluaran tahun 2000an.

“Kalau untuk yang tipe SUV ini tetap akan banyak dicari orang, terutama seperti Fortuner yang murah itu keluaran tahun 1990an atau yang lebih murah tahun 2005an,” ujar Herjanto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X