Sikap Pengguna Mobil dan Motor Berbagi Jalan dengan Sepeda

Kompas.com - 21/06/2020, 08:41 WIB
Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONJalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar dilakukan, tidak jarang kita melihat pemandangan pesepeda di jalan raya.

Tren bersepeda juga makin merebak seiring dengan pemberlakuakn pembatasan alat transportasi umum selama pandemi virus Covid-19.

Sebab, bersepeda disebut sebagai alternatif alat transportasi yang lebih aman ketimbang angkutan umum.

Meski demikian, tidak sedikit para pesepeda yang berkendara keluar dari jalurnya, bahkan kerap berkendara rombongan hingga menutup jalan. Padahal, sudah ada jalur khusus untuk pesepeda di jalan raya.

Lantas, bagaimana seharusnya pengguna jalan lain seperti pengendara motor atau mobil menyikapi hal ini?

Baca juga: Peduli Pandemi, Komunitas Wuling Cortez Donasikan Masker dan Sembako

Training Director Safety Defensive Consultant, Sonny Susmana, mengatakan, jalan raya merupakan tempat antar sesama kendaraan.

Sejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020).  Mereka menggunakan masker.DOKUMEN PRIBADI Sejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020). Mereka menggunakan masker.

“Memang sudah ada jalurnya masing-masing, untuk pesepeda, jalurnya berada di kiri jalan. Hal ini karena Indonesia menganut setir kanan, jadi dihitung dari kecepatan kendaraan yang paling rendah yaitu di jalur kiri kemudian baru ke kanan (cepat),” ujar Sony kepada Kompas.com, Sabtu (20/6/2020)

Ketika bersinggungan, menurut Sony ada skala prioritas yang harus didahulukan. Prioritas ini dilihat dari faktor penggunanya, dimensi, kecepatan, keamanan dari kendaraan tersebut.

Baca juga: Jangan Sembarangan Ganti Ukuran Ban Motor

“Para pesepeda memang kerap lupa, bergerombol memakan jalur saat di jalan raya. Hal ini yang mungkin membuat pengemudi mobil atau motor merasa terhambat. Untuk itu, jangan ragu mengingatkan dengan cara membunyikan klakson minimal jarak 25 meter agar tidak membuat kaget pesepeda,” katanya.

Sony melanjutkan, kecelakaan fatal dengan pesepeda terutama di persimpangan kerap terjadi karena pengendara motor yang tidak mau mengalah dan merasa benar berada di jalurnya.

Maka dari itu, untuk menciptakan rasa aman dan keamanan bagi pengguna jalan, sebaiknya para pesepeda tetap mengikuti marka jalan yang tersedia. Sebab, bukan hanya bisa mengganggu pengendara lain, tapi juga mengancam keselamatan pesepeda juga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X