Efek Covid-19, Daihatsu Klaim Tak Ada PHK Karyawan

Kompas.com - 19/06/2020, 19:22 WIB
Ilustrasi kantor Daihatsu ADMIlustrasi kantor Daihatsu
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam beberapa bulan terakhir, sangat memukul aktivitas bisnis hampir di seluruh sektor. Salah satunya  juga berdampak pada industri otomotif.

Tak heran bila banyak pabrikan otomotif raksasa yang mulai mengambil langkah efesiensi dengan melakukan perampingan karyawan melalui pemutusan hubungan kerja alias PHK. Lantas bagaimana dengan industri otomotif di Tanah Air sendiri.

Ketika menanyakan hal ini kepada PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang merupakan salah satu pabrikan besar asal Jepang di Indonesia, Amelia Tjandra selaku Direktur Merketing ADM, memastikan tidak ada pemangkasan atau pun pensiun dini bagi karyawannya.

Baca juga: Sigra Masih Jadi Tulang Punggung Daihatsu

"Untuk karyawan di ADM tidak ada PHK, tetapi mereka yang memang masa kontraknya sudah habis saat ini diputuskan untuk tidak diperpanjang. Tidak ada juga pensiun dini ditawarkan atau dilakukan oleh ADM," ucap Amel dalam perbincangan virtual bersama media, Jumat (19/6/2020).

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

Menurut Amel, dari segi jumlah karyawan yang saat ini tidak lagi diteruskan kontrak kerjanya, sangat bervariasi karena setiap bulan jumlahnya juga berbeda-beda. Namun diperkirakan mencapai 1.000 orang.

Walau demikian, jumlah tersebut pun diklaim relatif kecil bila dibandingkan dengan total karyawan ADM yang jumlah keseluruhannya saat ini mencapai 13.000 orang lebih.

Baca juga: BMW Mengklaim Tidak PHK Karyawan di Indonesia

Lebih lanjut Amel menegaskan bila sampai dengan hari ini, Daihatsu tetap memastikan karyawannya bekerja sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Daihatsu Ayla Facelift 2020KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Daihatsu Ayla Facelift 2020

Sebagaian ada yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH), sebagian lagi sudah mulai bekerja di kantor. Bagi karyawan yang bekerja di kantor, beberapa protokol kesehatan juga ditetapkan, bahkan masing-masing mejanya diberikan partisi.

"Untuk yang 50 persen di kantor pun kita pastikan jaraknya sesuai dengan protokol, di meja kita pasang partisi juga, apa yang kami lakukan ini pada dasarnya menunjukan komitmen kami bila karyawan adalah aset perusahaan," ucap Amel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.