Aturan Selama New Normal, Penumpang Ojek Harus Bawa Helm Sendiri

Kompas.com - 26/05/2020, 15:01 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH). ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYSejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan dalam beberapa hari terakhir mulai terjadi peningkatan volume kendaraan yang diduga karena banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan work from home (WFH).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menerbitkan protokol berkegiatan pada fase normal baru ( new normal) bagi perkantoran dan industri, di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

Diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan, berbagai poin-poin penting mengalami penyesuaian. Satu diantaranya tentang mengenakan transportasi umum dalam menunjang perjalanan pekerja dari/ke rumah.

Pada poin aktivitas pekerja pasca-pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), perusahaan diharapkan bisa menyediakan transportasi khusus untuk perjalanan pulang-pergi para karyawannya sehingga penggunaan transportasi publik bisa diminimalisir.

Baca juga: Habis Mudik, Catat Syarat Kendaraan Bisa Kembali ke Jakarta

Warga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

Jika memang terpaksa, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pertama, tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter dan upayakan tidak sering menyentuh fasilitas umum. Kemudian, rajin menggunakan hand sanitizer di samping wajib mengenakan masker.

Hal ini juga berlaku dalam setiap aktifitas kerja, baik di meja kerja atau workstation, pengaturan kursi di kantin, dan sebagainya.

Baca juga: Mobil Langsam di Lajur Kanan Malah Bikin Macet, Ini Alasannya

Hari kedua pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, arus lalu lintas di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di Bundaran Waru, terpantau lancar, Rabu (29/4/2020). Meski kendaraan terlihat padat, arus lalu lintas terpantau lancar.Dok. Ditlantas Polda Jatim Hari kedua pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, arus lalu lintas di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di Bundaran Waru, terpantau lancar, Rabu (29/4/2020). Meski kendaraan terlihat padat, arus lalu lintas terpantau lancar.

Kemudian bagi yang menggunakan moda transportasi roda dua, harus menggunakan atau membawa helm sendiri. Pasalnya, menggunakan peralatan yang bersifat massal meningkatkan potensi penyebaran virus.

"Upayakan membayar secara non-tunai, jika terpaksa memegang uang gunakan handsanitizer sesudahnya," lanjut tulis aturan itu.

Terakhir, tidak menyentuh area wajah atau mengucek mata selama perjalanan dengan tangan langsung. Gunakan tissue bersih jika memang terpaksa. Bagi pekerja yang kurang sehat khususnya ada keluhan batuk, pilek, dan demam diharapkan tetap tinggal dirumah.

Polisi mengarahkan kendaraan roda empat untuk menjalani pemeriksaan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Polisi mengarahkan kendaraan roda empat untuk menjalani pemeriksaan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan PSBB selama 14 hari dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Tidak dijelaskan rinci apakah angkutan roda dua berbasis daring atau ojek online (ojol) sudah bisa beroperasi selama fase new normal. Tapi untuk diketahui, selama masa PSBB moda tersebut dilarang mengangkut penumpang orang.

Sementara untuk aturan berkendara secara umum, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut masih menunggu aturan turunannya dari pemerintah.

" New normal itu nanti kita tunggu dari pemerintah. Kita juga tidak tahu seperti apa, sekarang masih berlaku aturan PSBB (hingga 4 Juni 2020)," katanya kepada Kompas.com.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X