Mobil Langsam di Lajur Kanan Malah Bikin Macet, Ini Alasannya

Kompas.com - 26/05/2020, 10:42 WIB
Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc. ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu ChazarPetugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudi di jalan bebas hambatan atau tol memang terbebas dari adanya persimpangan ataupun lampu lalu lintas. Tetapi, jalan tol yang seharusnya bisa menghemat waktu, tetap saja ramai dan macet.

Kondisi ini terjadi karena banyak pengguna jalan tol yang belum disiplin. Disiplin ketika berada di jalan tol yaitu mengenai lajur dan kecepatan. Kedua hal ini saling berhubungan agar terciptanya jalan tol yang tidak macet.

Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, berapa pun ruas tol yang ditambah, selama pengemudi masih tidak disiplin lajur dan kecepatan, kemacetan tetap akan terjadi.

Baca juga: Ini Kerusakan yang Timbul akibat Mobil Sering Dijemur Saat PSBB

jalan tolKompas.com/Fathan Radityasani jalan tol

“Tol itu semestinya bisa mengurai kemacetan, bilamana pengemudi memiliki komitmen dengan kecepatan dan ketertiban lajur,” kata Jusri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kunci dari jalan tol itu adalah kecepatan yang konstan. Pengemudi yang menggunakan jalan tol harus berada di kecepatan yang konstan, terlebih lagi jika tertib lajur, tidak akan ada kemacetan.

“Kalau kecepatan mobil yang ada di jalan tol bervariasi, perlambatan secara tiba-tiba dari satu mobil bisa mengular ke kendaraan di belakangnya. Hal ini yang menyebabkan kemacetan,” ucap Jusri.

Baca juga: Apa Hebatnya Motor Listrik Gesits Milik Jokowi yang Dibeli Putra Hary Tanoe?

Pengurangan kecepatan tidak hanya ketika mobil mengerem, tetapi saat berpindah-pindah lajur juga. Ketika mobil berpindah-pindah lajur, bisa mengganggu kecepatan kendaraan lain yang konstan.

“Karena perilaku yang suka berpindah lajur, bisa mengganggu kendaraan di lajur lain yang memiliki kecepatan konstan. Oleh karena itu tertib lajur juga harus diutamakan ketika berada di jalan tol,” ujar Jusri.

Termasuk mobil yang langsam di lajur paling kanan jalan tol. Perilaku ini salah, karena idealnya lajur paling kanan hanya diunakan untuk menyalip kendaraan di depan. Selesai menyalip, harus kembali lagi ke kiri atau lajur tengah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X