Honda Brio Salip Toyota Avanza di Penjualan April 2020

Kompas.com - 21/05/2020, 14:26 WIB
Uji Irit Honda Brio Satya dok.HPMUji Irit Honda Brio Satya
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda Brio berhasil mengalahkan dominasi penjualan mobil dari pabrik ke diler atau wholesales Toyota Avanza di dalam negeri pada periode April 2020.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), Brio series (Satya dan RS) berhasil menduduki posisi puncak sebagai mobil terlaris Indonesia dengan capaian volume penjualan 766 unit.

Sementara kendaraan berjuluk Avanza, dengan koleksi 277 unit tergelincir hingga ke posisi tujuh. Produk andalan Toyota tersebut mengalami perlambatan sebesar 96 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Produksi Mobil di Indonesia Anjlok Selama Pandemi

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

Adapun posisi kedua kini ditempati Daihatsu Sigra dengan raihan total penjualan 479 unit, diikuti Toyota Kijang Innova dengan 455 unit, Mitsubishi Xpander 380 unit, serta Daihatsu Gran Max di posisi ke-5 dengan 327 unit.

Secara umum, penjualan mobil per-model pada April atau bulan kedua virus corona di Tanah Air mengalami penurunan sekitar 80-90 persen dibanding bulan sebelumnya.

Adapun total wholesales nasional melambat 89,8 persen dari 76.811 unit jadi 7.871 unit pada periode yang sama. Pihak Gaikindo memperkirakan, fenomena ini akan bertahan hingga memasuki semester II/2020 atau Juli mendatang.

"Ini merupakan suatu pukulan yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan paling rendah selama 15 tahun terakhir. Bulan Mei sepertinya masih akan berdampak, apalagi PSBB sudah berlaku di banyak tempat dan jelang Lebaran," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi belum lama ini.

Baca juga: Industri Otomotif Terpukul, Gaikindo Bilang 2020 Sangat Berat

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

"Melihat hasil bulan April dan Mei yang sedang berjalan ini, terus terang ada kekhawatiran di hati saya. Sehingga, mencapai target tahunan (600.000 unit) akan berat sekali," lanjutnya.

Oleh karenanya, Nangoi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap industri otomotif yang saat ini sedang terpuruk.

Salah satunya dengan memberikan relaksasi pajak kendaraan bermotor sebesar 30 persen hingga 50 persen dari pajak yang ditetapkan saat ini, yakni 12,5 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X