Produksi Mobil di Indonesia Anjlok Selama Pandemi

Kompas.com - 21/05/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan penyesuaian aktivitas masyarakat selama pandemi virus corona alias Covid-19 di Indonesia berdampak serius terhadap laju industri kendaraan bermotor nasional.

Pasalnya, sebagaimana dikatakan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) Yohannes Nangoi, hampir satu bulan lebih pabrik mobil dan sepeda motor tidak dapat beroperasi secara optimal.

"Bahkan pada pertengahan April 2020 (periode PSBB) hampir seluruh pabrik berhenti sementara. Ini memang merupakan suatu pukulan yang luar biasa, bisa dikatakan paling rendah (penjualan) selama 15 tahun terakhir," katanya belum lama ini.

Baca juga: 10 Merek Terlaris April 2020, Mencoba Bertahan di Tengah Pandemi

Industri dan pemerintah harus bekerja sama kembangkan sumber daya manusia.Kompas.com Industri dan pemerintah harus bekerja sama kembangkan sumber daya manusia.

Menurut catatan asosiasi, produksi mobil selama Januari-April 2020 mengalami perlambatan sebesar 16,9 persen atau selisih 71.081 unit secara volume, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai angka 421.023 unit.

Adapun penurunan tertajam terjadi pada awal kuartal II/2020 dengan capaian produksi sebanyak 21.434 unit. Padahal pada bulan sebelumnya, Maret 2020, pabrikan masih bisa mencetak hingga 111.565 unit mobil (terkoreksi 80 persen).

Sementara, jika dibandingkan dengan realisasi produksi mobil pada tahun sebelumnya, April 2019, tercatat terjadi perlambatan hingga 79,6 persen, yakni dari 104.847 unit, tinggal 21.434 unit.

Baca juga: Industri Otomotif Terpukul, Gaikindo Bilang 2020 Sangat Berat

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Anjloknya produksi mobil pada periode ini berbanding lurus terhadap menurunnya penjualan mobil dari pabrik ke diler (wholesales) dan ekspor, baik secara utuh maupun terurai.

Menurut sumber yang sama, wholesales April secara tahunan mengalami penurunan hingga 90,7 persen atau minus 76.388 unit. Sementara kinerja ekspor-nya lesu 62,2 persen.

Secara rinci, ekspor mobil secara utuh atau completely built up (CBU) turun 47 persen dari 21.240 unit di tahun lalu menjadi 11.242 unit. Sedangkan ekspor mobil secara terurai atau completely knocked down (CKD) terkoreksi 62,9 persen dari 45.183 unit set menjadi 16,784 unit set.

Baca juga: Gaikindo Prediksi Ekspor Mobil Tahun Ini Anjlok Sampai 50 Persen

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Berikut pencapaian produksi mobil di Indonesia selama April 2020:

Toyota: 8.590 unit
Honda: 3.689 unit
Suzuki: 2.946 unit
Mitsubishi Motors: 2.845 unit
Daihatsu: 1.330 unit
Hino: 990 unit
Isuzu: 438 unit
Wuling: 374 unit
Hyundai: 77 unit
DFSK: 55 unit
BMW: 52 unit
UD Truck: 22 unit
Mitsubishi Fuso: 20 unit.
Mercedes-Benz (Commercial Vehicle): 6 unit.
Mercedes-Benz (Passenger Car): -
Datsun: -
MINI: -
Nissan: -
Renault: -

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X