Sebelum Covid-19, Mitsubishi Sudah Alami Degradasi Penjualan

Kompas.com - 20/05/2020, 16:49 WIB
Sales promotion girl berpose di samping Mitsubishi Pajero Sport saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOSales promotion girl berpose di samping Mitsubishi Pajero Sport saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang terkena efek domino dari pandemi corona ( Covid-19). Bisa dipastikan hampir setiap negara mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis, termasuk di Tanah Air.

Bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bila perkembangan roda empat dalam negeri sudah terpukul telak hingga 90 persen pada April 2020 lalu.

Drastisnya penurunan dirasakan oleh semua merek, termasuk PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang justru mengklaim sudah merasakan penurunan sejak awal memasuki 2020.

Baca juga: Bulan Depan Mitsubishi Kerek Harga Xpander Cs

"Demand itu jelas drastis menurun, tapi sebetulnya sebelum Covid-19 dimulai, dari Januari sampai Februari juga sudah terjadi penurunan penjualan. Covid-19 baru ada dampaknya di Maret, lalu makin terasa lagi di April, dan Mei ini," ucap Irwan Kuncoro, Director Sales and Marketing Division PT MMKSI, saat berbincang kepada media secara virtual, Selasa (19/5/2020).

Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada Selasa 12 November 2019KOMPAS.com/Dio Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada Selasa 12 November 2019

Untuk angkanya, Irwan menjelaskan saat ini dirinya belum memegang data, namun demikian dia memastikan bila memang pasar mobil di Indonesia sudah mengalami dampak yang signifikan.

Sebagai contoh, Irwan menjelasakan penjualan mobil yang setiap tahunya berada di kisaran 1 juta unit dengan rata-rata 80.000 unit tiap bulan, sudah terkoreksi jauh. Pada Januari, jumlahnya berada di bawah 80.000, dan semakin menurun lagi di bulan-bulan berikutnya.

"Februari turun di 70.000, untuk ini faktornya seperti yang kita tahu ada bencana banjir, lalu di Maret mulai dampak Covid turun di 55.000, dan di April turun lagi 33.000, Mei ini mungkin akan lebih turun lagi, bisa setengahnya, tapi kami masih menunggu karena belum habis," ucap Irwan.

Baca juga: Jakarta Perpanjang PSBB Hingga 4 Juni 2020

"Dari kondisi pasar yang seperti itu, jelas sangat berdampak bagi penjualan Mitsubishi, namun dari segi market share kami tetap bertahan di angak 11 persen, bahkan sempai naik 12 persen. Kira-kira angka tadinya 8.000 kemudian ke 7.000, lalu turun ke 3.000-an unit," kata dia.

Ekspedisi Jejak Pendaki Semeru juga menjadi ajang pembuktian produk Mitsubishi Pajero Sport dan Triton melewati beragam jenis jalan di wilayah pegunungan BromoKompas.com/Kristianto P Ekspedisi Jejak Pendaki Semeru juga menjadi ajang pembuktian produk Mitsubishi Pajero Sport dan Triton melewati beragam jenis jalan di wilayah pegunungan Bromo

Pada April dengan market berada di angka 33.000 unit, penjualan Mitsubishi sedikit di bawah 3.000 unit dan mencapai 11 persen. Sementara di Maret, dengan kondisi penjualan otomotif masih di 55.000 unit, penjualan Mitsubish masih di 6.000 unit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X