JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral di media sosial memperlihatkan kecelakaan di jalan tol melibatkan mobil Toyota Avanza/Daihatsu Xenia dan Toyota Agya/Daihatsu Calya.
Dalam video yang diunggah akun TikTok, loieznazzariujamiel, titik lokasi disebutkan terjadi pada tuas Tol Cipali, pada tanggal (27/3/2025), yang ditengarai saat arus Mudik Lebaran 2025.
Baca juga: Puncak Arus Mudik 2025, Lebih dari 1,4 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek
Kronoligis kejadian dimulai saat mobil Avanza/Xenia warna putih melaju kencang di sisi kiri atau bahu jalan. Avanza ingin mendahului bus yang berjalan di lajur satu.
Selalu berhati hati dalam perjalanan selamat mudik smoga slamat sampai tujuan#anak ? suara asli - Jam's miel
Dalam video terlihat bahwa pengemudi Avanza/Xenia sudah memberikan sein kanan usai menyalip bus. Ditengarai Avanza melihat bahwa ada mobil lain di depannya yaitu Agya/Calya berwarna kuning.
Namun bus tidak memberikan jalan buat Avanza/Xenia untuk pindah lajur sehingga kemudian terjadi tabrakan.
"Selalu berhati hati dalam perjalanan selamat mudik smoga slamat sampai tujuan#anak rantau," tulis keterangan video dikutip Kompas.com, Sabtu (29/3/2025).
Baca juga: Isuzu Bakal Rilis Traga Bus yang Sudah Disempurnakan
Kolom komentar ramai terhadap video tersebut. Banyak yang menyayangkan Avanza/Xenia karena ngebut di bahu jalan sehingga menabrak mobil di depannya padahal kondisi jalan sebetulnya ramai lancar.
Namun tak sedikit juga yang mempertanyakan motif bus yang seolah tidak meu mengalah dan memberikan jalan terhadap Avanza/Xenia. Sebab dinilai bukan tidak mungkin kecelakaan tak terjadi jika bus memberikan jalan.
Satu yang mesti dipahami ialah, menyalip kendaraan dari bahu jalan merupakan tindakan salah dan melanggar prinsip safety driving.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang membuat bahu jalan tidak aman dipakai untuk menyalip.
Baca juga: Profil Momo TWICE, Main Dancer Asal Jepang
“Bahu jalan itu di luar marka dan terbuat dari alas kerikil. Tempat tersebut disiapkan untuk kendaraan rusak dan harus berhenti atau dalam kondisi darurat,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini.
Selain itu, potensi selip ketika melewati bahu jalan dengan kecepatan tinggi bisa saja terjadi, mengingat kontur jalannya tidak sebagus jalur utama dan adanya debu yang terkumpul di bahu jalan.
“Bahu jalan itu licin karena alasnya kerikil dan banyak debu. Kecepatan 60 kpj saja mobil pasti goyang, tapi kadang pengemudi tidak sensitif jadi tetap digas. Selain itu elevasinya juga berbeda dengan jalan utama, lebih miring karena untuk pembuangan air,” kata Sony.
Kemudian, bahu jalan biasanya lebih sempit lebarnya, jadi tidak aman kalau digunakan untuk mendahului.
Baca juga: Isuzu Pastikan ELF EV Masuk Pasar Indonesia
Terakhir banyak mengemudi di lajur kiri yang kaget ketika disalip mobil dari bahu jalan, sehingga membahayakan.