Dilema Pengusaha Angkutan Umum di Jakarta jika Beroperasi Lagi

Kompas.com - 19/05/2020, 08:42 WIB
angkot di jakarta kompas.comangkot di jakarta

JAKARTA, KOMPAS.comPengusaha angkutan umum menghadapi dilema jika kembali dizinkan beroperasi. Pasalnya, beban modal kerja jadi kendala utamanya.

Shafruhan Sinungan, Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, mengatakan, untuk pemulihan angkutan umum setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, jadi beban bagi perusahaan.

Baca juga: Suzuki Luncurkan Swift Facelift, Harga Mulai Rp 214 Jutaan

angkot di jakartagridoto.com angkot di jakarta

“Supaya tranportasi umum bisa kembali beroperasi setelah masa PSBB, tentunya pengusaha berharap adanya pembebasan pajak kendaraan dalam kurun waktu setahun dan ditiadakan biaya-biaya retribusi perizinan,” kata Shafruhan kepada Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Shafruhan menambahkan, supaya pemerintah bisa memberikan arahan agar bank bisa memberikan modal kerja dalam waktu setahun dengan bunga yang ringan. Hal ini dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi angkutan yang lama diam.

Baca juga: Berapa Lama Durasi Ideal Panaskan Mesin Mobil saat PSBB?

“Pada saat mobil tidak bergerak, servis pasti tetap dilakukan. Tentunya hal ini butuh biaya, sedangkan cashflow perusahaan sudah nol,” ucap Shafruhan.

Katakanlah biaya agar satu angkutan agar bisa beroperasi kembali seperti untuk servis, ganti oli, dan lainnya sebanyak Rp 500.000. Belum kalau jumlah armadanya banyak, oleh karena itu membutuhkan modal kerja agar bisa membantu operasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.