Toyota Mulai Rasakan Dampak Covid-19, Penjualan Anjlok

Kompas.com - 06/05/2020, 13:42 WIB
5 mobil Toyota yang dilengkapi teknologi hybrid terkini TAM5 mobil Toyota yang dilengkapi teknologi hybrid terkini
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) tak menampik bahwa penjualan mobil semakin merosot imbas pandemi virus corona alias Covid-19 di Tanah Air.

Pasalnya, berbagai aspek yang berkaitan langsung dan tidak langung terhadap penjualan kendaraan bermotor tengah mengalami penyesuaian.

Misalnya, pameran otomotif, pemberian kredit oleh perusahaan pembiayaan, nilai tukar rupiah, dan lain sebagainya.

"Kemudian adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga penting. Kita berharap satu atau dua bulan ke depan selesai sehingga penjualan kembali normal," kata Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy dalam komunikasi virtual, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Penjualan Mobil di Kuartal-I 2020 Tersendat Pandemi, Anjlok 15 Persen

Auto2000 Balikpapan Sudirman sebagai salah satu diler penjualan Toyota di Kalimantan TimurKompas.com Auto2000 Balikpapan Sudirman sebagai salah satu diler penjualan Toyota di Kalimantan Timur

Atas dasar tersebut, Anton memperkirakan bahwa penjualan mobil bakal terus mengalami penurunan seiring dengan meredanya pandemi. Pelemahan penjualan imbas pandemi sendiri mulai teras sejak pekan kedua Maret 2020.

"Lihat saja, leasing sekarang semakin ketat. Pastinya di April ada penurunan, tapi kita masih hitung," ucap dia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dinyatakan bahwa penjualan secara wholesales Toyota dan Lexus per Januari mencapai 24.000 unit. Kemudian di Februari jadi 25.000 unit.

Baca juga: Masa Pandemi, Toyota Indonesia Tetap Berencana Meluncurkan Produk Baru

Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.Nikkei Penjualan mobil yang dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Manila, Filipina.

"Naik lagi di Maret 2020 jadi 26.000 unit. Sedangkan retail-nya (di Maret) mengalami penurunan yakni hanya 17.000 unit lebih," kata Anton.

"Untuk diketahui, Toyota itu penjualannya 90 persen domestik. Jadi dampak pandemi ini sangat tinggi, terutama di sisi produksi. Kami punya pekerjaan rumah, bagaimana untuk tidak PHK, mengatur efisiensi, menjaga demand dan supply supaya ideal, dan sebagainya," lanjutnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X