Mengapa Ban Mobil dan Motor Bisa Kempis Sendiri?

Kompas.com - 06/05/2020, 12:50 WIB
Ilustrasi ban kempis. thetruthaboutcars.comIlustrasi ban kempis.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Ban mobil atau sepeda motor akan kempis jika jarang dipakai. Proses penyusutannya makin cepat jika kendaraan diparkir dan ban menyentuh alas semen atau keramik.

Kejadian ban kempis ini berkaitan dengan suhu luar ruangan. Saat suhu turun di luar turun maka hal itu membuat udara di dalam ban ikut menyusut, sehingga mengakibatkan tekanan ban berkurang.

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen IRC Tire, mengatakan, mengapa suhu luar ruangan berpengaruh pada tekanan ban karena ban terbuat dari karet.

Baca juga: Jangan Rugi, Begini Hitung Biaya Operasional Ban pada Kendaraan Niaga

Ban motor kempisFoto: motorcyclenews.com Ban motor kempis

"Ban itu sebetulnya punya pori-pori. Walaupun tidak kelihatan mata dia punya pori-pori. Begitu dia bersentuhan langsung dengan keramik atau semen, pori-porinya terbuka," kata Dodi kepada Kompas.com, belum lama ini.

Senada dengan Dodi, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, mengatakan, udara berkurang karena karet ban tidak benar-benar padat. Terdapat pori-pori meskipun dalam ukuran sangat kecil.

“Karet ban tidaklah padat, tapi ada pori-porinya yang kecil sekali atau bahkan pelek juga kada ada (pori-porinya). Nah, tekanan udara bisa keluar melalui pori-pori tersebut,” katanya.

Baca juga: Ganti Ban Baru pada Sepeda Motor, Jangan Langsung Ngebut

Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).

Untuk mencegah penyusutan tekanan udara di dalam ban, Zulpata mengatakan, kalau bisa tidak memarkir kendaraan di lantai yang dingin. Sebab hal itu akan mempercepat tenakan udara menyusut.

Cara lainnya ialah memakai nitrogen. Zulpata mengatakan nitrogen memiliki molekul udara lebih besar. Keunggulannya ialah lebih stabil sehingga tidak mudah menyusut saat udara dingin dan memuai saat panas.

“Menggunakan nitrogen kan molekulnya lebih besar dibandingkan dengan udara biasa. Tapi, tetap harus memperhatikan tekanan udara yang direkomendasikan,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X