Motor Mogok Habis Kena Banjir Jangan Langsung Nyalakan Mesin

Kompas.com - 04/05/2020, 19:31 WIB
Air banjir menggenangi jalur pantura Tirto, Kota Pekalongan Jawa Tengah. Kompas.com/Ari HimawanAir banjir menggenangi jalur pantura Tirto, Kota Pekalongan Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan yang tinggi beberapa hari ini membuat sejumlah wilayah baik di Jakarta dan beberapa daerah lainnya tergenang banjir.

Kondisi ini membuat beberapa pengendara sepeda motor memilih untuk memutar baik kendaraannya untuk mengindari tingginya genangan air.

Namun, tidak sedikit pemotor yang nekat menerjang banjir dan akhirnya menyebabkan motor mogok. Padahal, cara tersebut justru tidak dibenarkan dan bisa membuat motor mengalami kerusakan yang lebih parah.

Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno, mengatakan, motor yang macet setelah menerjang banjir sebaiknya tidak langsung dihidupkan.

Baca juga: Begini Cara Mengemudi Aman di Jalan Tol yang Sepi Selama PSBB

“Jangan langsung mencoba menghidupkannya, dikhawatirkan kalau baterai atau komponen kelistrikan motor masih banyak air. Sehingga saat dinyalakan air bisa masuk ke sistem mesin ini tentu akan menyebabkan masalah,” ujar Endro kepada Kompas.com.

Sejumlah sepeda motor mogok saat melewati banjir di Jalan Budi Jaya, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (9/2/2015). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah tempat di ibu kota terendam banjir.KOMPAS / LASTI KURNIA Sejumlah sepeda motor mogok saat melewati banjir di Jalan Budi Jaya, Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (9/2/2015). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah tempat di ibu kota terendam banjir.

Selain potensi kerusakan tersebut, Endro menambahkan, air banjir juga bisa bercampur dengan oli mesin. Kondisi ini tentunya akan berdampak pada sirkulasi pelumas pada mesin sepeda motor.

“Kalau pemilik kendaraan mempunyai kemampuan, bisa dilakukan pemeriksaan komponen sendiri. Mulai dari bagian kelistrikan, saringan udara, busi, knalpot, baterai, sampai karburator jika motornya belum injeksi,” katanya.

Baca juga: Plus Minus Mobil Berpenggerak 4X4 Pakai Snorkel

Jika tidak memiliki pengetahuan mengenai mesin dan kelistrikan sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi tersekat. Hal ini untuk menghindari kerusakan yang lebih parah jika terus dipaksa dinyalakan.

Bercampurnya oli dengan air bisa dideteksi dari warna oli kendaraan. Jika oli berwarna seperti susu itu tandanya oli sudah bercampur dengan air.

“Sampai pelumas sudah berubah menjadi seperti warna susu itu sangat berbahaya untuk komponen mesin, karena sudah tidak lagi memiliki fungsi pelumas,” lanjut Endro.

Jika oli sudah seperti itu maka oli tidak bisa melindungi komponen mesin dari gesekan. Sebaiknya sepeda motor tidak langsung dinyalakan karena bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X