Konsentrasi Menurun Saat Puasa, Pemotor Pahami Etika Menyalip

Kompas.com - 04/05/2020, 19:23 WIB
Belum dipasang rolling barier,  Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan menghimbau warga berhati hati saat melintasi 2 titik rawan kecelakaan di jalur maut Telagsa Sarangan. KOMPAS.com/SUKOCOBelum dipasang rolling barier, Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan menghimbau warga berhati hati saat melintasi 2 titik rawan kecelakaan di jalur maut Telagsa Sarangan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengendara sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya punya beberapa karakteristik dibandingkan pengendara dari daerah lain. Salah satunya banyak pengendara yang sering kali mengabaikan marka jalan, serta keluar dari batas.

Hal ini diungkap oleh Training Director Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana, dalam wawancara virtual belum lama ini.

“Di jalan provinsi di Jabodetabek, jadi banyak pengendara yang sudah tahu ada marka jalan yang jelas. Tapi mereka tetap keluar dari batas,” ujar Sony.

Baca juga: Mulai 7 Mei 2020, Masyarakat yang Nekat Mudik Didenda Rp 100 Juta

pemotor yang menyalip kendaraanKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda pemotor yang menyalip kendaraan

Menurutnya, hal ini kerap membahayakan pengendara di sekitarnya. Apalagi kendaraan dari arah berlawanan biasanya tidak memprediksi bakal ada sepeda motor masuk di jalurnya.

Tak jarang kejadian ini justru merugikan pemotor itu sendiri. Seperti kejadian belum lama ini, pemotor yang hendak menyalip dengan cara keluar dari marka, justru terjepit di antara sebuah mobil dan truk.

Sony menambahkan, pemotor jangan hanya berani menyalip masuk ke jalur orang, tapi dia juga harus bisa memprediksi kecepatan mobil dari arah berlawanan seperti apa.

Baca juga: Pertamina Kasih Cashback, Harga BBM di Malaysia Rp 4.300 per Liter

Pengguna jalan melintas di perlintasan kereta api di sekitar Pasar Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2013). Pertemuan lalu lintas dari empat arah di  pintu perlintasan itu menjadi penyebab kemacetan. Kondisi ini tentunya menyebabkan kawasan itu rawan kecelakaan yang melibatkan kereta api.
 
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Pengguna jalan melintas di perlintasan kereta api di sekitar Pasar Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2013). Pertemuan lalu lintas dari empat arah di pintu perlintasan itu menjadi penyebab kemacetan. Kondisi ini tentunya menyebabkan kawasan itu rawan kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Termasuk juga memprediksi blind spot mobil, terlebih untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truk maupun bus.

“Ini yang harus dikuasai pengendara motor, merasa mobil akan mengalah saat dia menyalip dan motor pasti akan muat,” ucap Sony.

“Padahal stamina karena puasa sudah drop 30 sampai 50 persen, mengantuk dan sebagainya, di sana lah kita merasa lengah, sehingga pemotor hanya mengandalkan insting, dan terjadi kecelakaan,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X