Cara Mudah Mengeringkan Helm Setelah Kehujanan

Kompas.com - 30/04/2020, 10:42 WIB
Pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan saat terjadi hujan di Jalan Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi dini cuaca ektrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada hari Minggu (22/12/2019), dan Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPengendara sepeda motor mengenakan jas hujan saat terjadi hujan di Jalan Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi dini cuaca ektrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada hari Minggu (22/12/2019), dan Senin (23/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara motor ketika hujan, kadang air masuk ke dalam helm. Air yang masuk membuat bagian busa di dalam helm menjadi basah. Ketika sampai di rumah, jangan didiamkan saja, harus segera dikeringkan.

Ahmad M, salah satu pegiat komunitas Belajar Helm, mengatakan, mengeringkan helm yang basah karena air hujan, tidak perlu jemur di bawah panas matahari.

Mengeringkan helm cukup pakai kipas angin saja. Dalam waktu tiga jam juga kering kalau pakai kipas angin terus menerus. Kalau di jemur efeknya membuat Expanded Polystyrene/Styrofoam (EPS) cepat getas,” ucap Ahmad kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Warna Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

Busa helm juga bisa kadaluarsa.Kompas.com/Setyo Adi Busa helm juga bisa kadaluarsa.

EPS merupakan bagian busa peredam yang menempel di batok helm. Jika getas, kemampuan meredam hantaman bisa berkurang, sehingga keamanan dari helm tidak maksimal. Namun jika ingin cepat kering, cukup bagian busanya saja yang dijemur.

“Bagian busa yang bisa dicopot di helm, boleh dilepas agar lebih cepat kering. Tetapi untuk batok helmnya, cukup diangin-angin saja,” kata Ahmad.

Baca juga: Tertunda Corona, Ini Perkembangan Kabar Toyota Fortuner Facelift

Bagian busa helm yang basah tetapi tidak dikeringkan, bisa menimbulkan jamur dan muncul bakteri yang bisa membuat bau. Ahmad menambahkan, bau apak bisa timbul pada helm karena keringat yang bercampur dengan debu.

“Menghilangkan bau apak, bisa dengan mencuci busa helm. Cuci seperti biasa, bisa gunakan detergen untuk menghilangkan nodanya,” ujar Ahmad.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X