Meski Diperbolehkan, Ingat Aturan Membawa Barang di Sepeda Motor

Kompas.com - 27/04/2020, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa kota masih memperbolehkan sepeda motor untuk mengangkut barang. Namun, perlu diingat bahwa mengangkut barang dengan motor ada aturannya karena kapasitas terbatas ketika membawa muatan.

Seperti diketahui, driver ojek online (ojol) tidak boleh mengangkut penumpang, tetapi boleh membawa barang.

Sayangnya, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, masih ada driver ojol yang abai dan tidak memperhatikan keselamatan saat berkendara. Tidak sedikit dari mereka yang mengangkut barang melebihi kapasitas sepeda motor itu sendiri.

Kondisi ini tentu berbahaya, mengingat motor yang membawa beban melebihi kapasitas maksimum dapat menganggu kestabilan saat berkendara. Motor yang tidak stabil tentu dapat mengakibatkan kecelakaan.

Baca juga: Dampak Buruk Sembarang Modifikasi Grill Mobil

Terkait hal ini, pemerintah sudah membuat peraturan untuk mencegah hal tersebut. Aturan tersebut tertulis dalam Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Untuk barang bawaan, peraturannya merujuk ke pasal 10 ayat (4) dan pasal 11.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan muatan pada motor memiliki lebar tidak melebihi setang kemudi. Selain itu, barang muatan juga harus ditempatkan di belakang pengendara.

Motor angku barang lebihi kapasitas Foto: Instagram/dramaojol.id Motor angku barang lebihi kapasitas

Kemudian, mengenai tinggi barang disebutkan bahwa barang bawaan tidak melebihi 900 milimeter atau kurang dari satu meter dari atas tempat duduk pengemudi. Ditegaskan bahwa pengendara harus mengutamakan faktor keselamatan.

Namun, faktanya masih banyak pengendara motor yang tidak mengetahui peraturan tersebut. Bahkan, tidak tahu bahwa menyalahi aturan tersebut akan dikenakan sanksi.

Sanksinya sudah dituliskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), tepatnya pasal 311 ayat (1).

Baca juga: BMW Indonesia Mulai Hentikan Pengiriman Mobil Baru

Pasal tersebut berisi, “Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000 (tiga juta rupiah),”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.