Terpaksa ke Luar Rumah, Ingat Formasi Isi Mobil Pribadi Saat PSBB

Kompas.com - 16/04/2020, 07:02 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) sudah mulai diterapkan di berbagai kota, untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Menyusul Jakarta, beberapa kota lain juga akan sudah mulai memberlakukan PSBB, seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan di Tangerang yang sebagian sudah mulai Rabu (15/4/2020) dan menyusul kemudian Jumat (18/4/2020).

Mekanisme operasional  kendaraan pribadi selama PSBB di Depok, Bogor, dan Bekasi, tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Mobil pribadi dan sepeda motor masih boleh beroperasi namun dengan beberapa syarat.

Baca juga: Kedapatan Tanpa Masker Saat Lewat Check Point PSBB, Kena Tilangkah?

Bagi pemilik mobil pribadi, hanya boleh menggunakan kendaraan guna memenuhi kebutuhan pokok dan pengecualian PSBB. Syarat lainnya juga harus diikuti, yakni wajib mengenakan masker, jumlah kapasitas penumpang yang dibatasi 50 persen, sampai formasi posisi duduk di dalam kabin yang harus menerapkan physical distancing.

Seperti diketahui, untuk skema formasi posisi berkendara yang diperbolehkan pada mobil pribadi di Jakarta terbagi dalam tiga jenis. Mulai dari mobil dengan dua baris, tiga baris, sampai empat baris.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PSBB BIDANG TRANSPORTASI PADA KENDARAAN PRIBADI Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta No. 71 Tahun 2020 - Yaitu membatasi jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas angkut sesuai dengan infografis berikut . Kendaraan bermotor pribadi jenis roda dua boleh mengangkut penumpang dengan syarat identitas penumpang yang diangkut sama alamatnya dengan pengemudi . Sepeda dilarang mengangkut penumpang . Ojek online dan ojek pangkalan dilarang mengangkut penumpang . Mobil penumpang berkursi 4 baris maksimal 6 orang dengan 1 pengemudi, 2 orang dikursi baris dua, 1 orang dikursi baris tiga, dan 2 orang dikursi baris 4 . Kartu Identitas tidak hanya berupa KTP. Dapat tunjukkan Kartu Identitas lainnya yang ada tertera alamatnya. Prinsipnya adalah alamatnya sama . Pelanggaran terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar bidang Transportasi sebagaimana dimaksud dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan #dishubdkijakarta #JakartaTanggapCorona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta) on Apr 11, 2020 at 6:54am PDT

Untuk mobil pribadi dengan bangku dua baris, maksimal diisi tiga penumpang dengan posisi satu pengemudi dan dua penumpang di belakang. Sedangkan mobil dengan jok tiga baris, batasnya empat penumpang dengan skema satu pengemudi, dua penumpang di baris kedua, dan satu di belakang.

Sementara mobil dengan bangku empat baris, maksimal diperbolehkan mengangkut enam orang. Posisinya satu pengemudi, dua penumpang di baris kedua, satu di baris ketiga, dan dua lagi di baris keempat.

Baca juga: Waspada, Bahaya Batu Kerikil yang Bersarang di Alur Ban

Petugas gabungan Polri dan Dishub meminta penumpang untuk berpindah bangku dalam rangka physical distancing dan penerapan PSBB di pintu tol Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB di Jawa Barat yang berlaku hari ini masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19.ANTARA FOTO/PARAMAYUDA Petugas gabungan Polri dan Dishub meminta penumpang untuk berpindah bangku dalam rangka physical distancing dan penerapan PSBB di pintu tol Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB di Jawa Barat yang berlaku hari ini masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19.

Sebagai catatan, seluruh formasi physical distancing ini berlaku wajib dan sama di seluruh wilayah PSBB, yakni Bekasi, Depok, dan Bogor. Semua mengacu pada regulasi yang sudah lebih dulu diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Betul, jadi untuk transportasi kita terapkan persis dengan yang ada di Jakarta dalam Keputusan Kepala Perhubungan Kota Bogor Nomor : 551.1/490 Tahun 2020," ucap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Sementara, untuk ketentuan motor juga demikian. Hanya digunkan untuk kebutuhan pokok, berkendara dalam kondisi sehat, menggunakan masker, sarung tangan, serta hanya boleh membawa penumpang yang beralamat sama sesuai identitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.