Erupsi Gunung Anak Krakatau, Begini Bersihkan Abu Vulkanik di Mobil

Kompas.com - 11/04/2020, 11:02 WIB
Abu vulkanik letusan Gunung Taal menyelimuti kendaraan dan rumah-rumah warga di Kota Tagaytay FIlipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi. AFP/TED ALJIBEAbu vulkanik letusan Gunung Taal menyelimuti kendaraan dan rumah-rumah warga di Kota Tagaytay FIlipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi.
Penulis Ari Purnomo
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau (GAK) meletus pada Jumat (10/4/2020) malam. Letusan terjadi dua kali, yang pertama terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan kolom abu diperkirakan mencapai ketinggian 357 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan letusan yang kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB, dengan ketinggian kolom abu diperkirakan mencapai 657 meter.

Abu vulkanik pun sampai ke permukiman warga, selain mengenai rumah, tentunya kendaraan juga tidak luput dari guyuran abu dari GAK tersebut.

Baca juga: Usai Mobil Terjang Hujan Abu Vulkanik, Jangan Lupa Bersihkan Filter

Kendaraan yang terkena abu dari erupsi gunung berapi sebaiknya segera dibersihkan. Pasalnya, jika dibiarkan, akan merusak cat kendaraan karena abu mengandung material berbahaya.

Seperti batu kecil, mineral, dan debu vulkanik. Untuk membersihkannya, juga harus dilakukan dengan cermat untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Warga melintasi jalan yang diselimuti abu vulkanik letusan Gunung Merapi di Muntilan, Jawa Tengah, Kamis (24/5). Sejumlah daerah di kawasan Magelang, Jawa Tengah terkena hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan durasi 4 menit dan tinggi kolom (asap letusan) 6.000 meter. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc/18.   Andreas Fitri Atmoko Warga melintasi jalan yang diselimuti abu vulkanik letusan Gunung Merapi di Muntilan, Jawa Tengah, Kamis (24/5). Sejumlah daerah di kawasan Magelang, Jawa Tengah terkena hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan durasi 4 menit dan tinggi kolom (asap letusan) 6.000 meter. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc/18.

CEO Makko Group, Christopher Sebastian, mengatakan, untuk membersihkan mobil yang terkena abu vulkanik, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Pertama, segera mencuci mobil menggunakan air bersih.

“Basuh seluruh bodi dilakukan karena abu vulkanik terbentuk dari material batu kecil, mineral, dan debu vulkanik. Jadi sangat berbahaya bagi permukaan mobil, mesin, maupun kaca,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Untuk penyemprotan airnya, Christopher menyarankan agar tekanan airnya yang cukup kencang.

Hal ini bertujuan untuk melepaskan seluruh debu vulkanik yang menempel pada kendaraan terutama pada bagian kacanya.

Baca juga: Cara Aman Berkendara saat Kondisi Hujan Abu Vulkanik

“Semprot di seluruh mobil mulai dari bagian atas sampai bawah. Lakukan dengan seksama sampai debu tidak terlihat lagi menempel di permukaan," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X