Tagar #ButuhDriver, Upaya Ojol Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 11/04/2020, 07:12 WIB
Relawan organisasi Pelmas BPD Bekasi GBI bersama Tagana Rajawali membagi-bagikan makan siang gratis kepada pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Pembagian makan gratis sebagai bentuk kepedulian terkait pendapatan dan orderan pengemudi ojol yang menurun akibat wabah COVID-19. ANTARA FOTO/SUWANDYRelawan organisasi Pelmas BPD Bekasi GBI bersama Tagana Rajawali membagi-bagikan makan siang gratis kepada pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Pembagian makan gratis sebagai bentuk kepedulian terkait pendapatan dan orderan pengemudi ojol yang menurun akibat wabah COVID-19.


JAKARTA, KOMPAS.com - Lesunya order penumpang karena anjuran work form home (WFH) kemudian berlanjut Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Jakarta, membuat para pengendara ojek online harus putar otak mencari penghasilan.

Salah satu yang kini mulai ramai ialah mengambil orderan reguler, di luar aplikasi. Skemanya mirip seperti ojek pangkalan ( opang), yaitu mengambil orderan tapi tarifnya dilakukan atas perjanjian dua belah pihak.

Baca juga: Asosiasi Ojol Protes Layanan Ojek Hilang dari Aplikasi Gojek dan Grab Saat PSBB

Syahroni Mukti Ali, mitra pengendara Gojek mengatakan, saat ini para pengendara ojol banyak mengambil orderan reguler. Caranya yaitu dengan memanfaatkan sosial media Twitter dengan tagar #ButuhDriver.

 

"Kalau butuh driver pakai #ButuhDriver, sekarang pada begitu semua ojol. Sistemnya mirip opang, layanannya semuanya, dari antar penumpang, makanan, barang, dan titip belanja," kata Ali salah satu driver ojol kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Jika ingin menggunakan jasa ini pun cukup mudah, tinggal buka Twitter kemudian cari #ButuhDriver. Kelemahannya kata Ali, biasanya daya tangkapnya tidak jauh alias hanya jarak-jarak dekat.

"Misalkanya ada orang order, 'nanya bang wilayahnya mana nih' misalnya saya Ciledug, dia nanya 'bisa enggak anter ke sini' alamatnya dia, nah itu tergantung ojol sama kustomernya bayarannya berapa-berapanya," katanya.

Warga Perumahan Sinar Pamulang, Tangerang Selatan turut ambil sikap ditengah pandemi Covid-19 dengan mendirikan dapur umum. Dapur umum tersebut didirikan sejak Minggu (5/4/2020).dokumentasi pribadi Warga Perumahan Sinar Pamulang, Tangerang Selatan turut ambil sikap ditengah pandemi Covid-19 dengan mendirikan dapur umum. Dapur umum tersebut didirikan sejak Minggu (5/4/2020).

Ali mengatakan #butuhdiver bisa jadi alternatif untuk menambah penghasilan. Sebab saat ini orderan terbatas hanya antar makanan dan barang. Apalagi semenjak Jakarta menerapkan PSBB sudah tidak bisa membawa penumpang.

"Bukan ancur lebur lagi ini (pendapatan), orang-orang sudah pada ngeluh semua ini pada bingung situasinya. Semoga cepat selesai wabah semuanya," kata Ali.

Jika membuka Twitter dengan #butuhdriver memang cukup banyak ditemukan ojol yang membuka jasa sampingan. Mayoritas disertai narasi yang hampir sama, salah satunya seperti akun @Puja_Kesuma.

Karena orderan lagi sepi.... Saya mau buka jasa :
- antar jemput barang
- antar jemput orang
- belanja ( swalayan atau pasar tradisional )
Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Citra Raya Cikupa, Balaraja dan Sekitarnya
Insya allah amanah.
Ongkir bersahabat
#ButuhDriver



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X