Insentif Pengemudi Truk dan Bus Belum Ada Mekanisme

Kompas.com - 11/04/2020, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyebaran virus corona atau covid-19 masih berlangsung di Indonesia. Menyebarnya virus ini membuat pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak pergi ke mana-mana atau di rumah aja.

Masyarakat yang tidak keluar rumah, membuat sektor transportasi darat terganggu pendapatannya. Presiden Joko Widodo mengatakan, akan memberikan insentif Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan kepada pekerja di sektor transportasi darat.

Insentif tersebut akan diberikan kepada pengemudi taksi, bus, truk, kernet bus, dan truk. Program insentif ini dilakukan oleh Polri melalui program keselamatan. Dana yang dianggarkan untuk program tersebut mencapai Rp 360 miliar.

Baca juga: PSBB Jakarta Resmi Berlaku, Mobil Pribadi Jangan Sembarangan Digunakan

Kru bus AKAPKompas.com/Fathan Radityasani Kru bus AKAP

Menanggapi insentif tersebut, Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), mengatakan, belum ada diskusi lebih lanjut mengenai mekanisme.

“Kita butuh cara mendapatkannya (insentif) bagaimana, agar program ini bisa terlaksana,” ucap Kyatmaja saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Dampak pandemi corona juga dirasakan para pengemudi bus. Pendapatan dari Perusahaan Otobus (PO) yang terus menurun, membuat pengemudi dan kernet bisa kehilangan pendapatan karena biasa dibayar per perjalanan.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Murah Hingga Rp 80 Jutaan

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), mengatakan, apa yang disampaikan presiden sebagai jawaban dari pengajuan dari IPOMI.

“Mungkin yang disampaikan pak presiden menjawab pengajuan dari kami. Untuk saat ini belum dapat teknisnya akan seperti apa, belum ada pernyataan jelasnya,” kata pria yang biasa disapa Sani kepada Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.