Mengemudikan Nissan GT-R R35 Butuh Kemampuan Khusus

Kompas.com - 04/04/2020, 18:05 WIB
Nissan GT-R 2017 yang dicoba di Sirkuit Silverstone, Northampton, Inggris kompas.com - Aris HarvendaNissan GT-R 2017 yang dicoba di Sirkuit Silverstone, Northampton, Inggris

JAKARTA, KOMPAS.com - Nissan GT-R R35 yang belum lama ini terbakar di ruas jalan Tol Jagorawi karena kecelakaan termasuk dalam kategori mobil sport berperforma tinggi. Cara mengemudikannya butuh kemampuan khusus, sehingga berbeda dengan mobil pada umumnya.

Perlu diketahui, Nissan membekali GT-R R35 dengan mesin berkapasitas 3.800 cc. Mesin ini memiliki tenaga maksimal hingga 545 tk dengan kecepatan tertinggi mencapai 315 kilometer per jam.

Baca juga: Nissan GT-R Terbakar di Tol Jagorawi, Jangan Lengah Saat Mengemudi

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, saat mengendarai mobil yang memiliki performa tinggi, artinya mobil tersebut dapat berakselerasi ke kecepatan tinggi dalam waktu yang singkat.

Nissan GT-R kecelakaan di jalan Tol JagorawiIstimewa Nissan GT-R kecelakaan di jalan Tol Jagorawi

"Mengemudikan mobil sport wajib menaati peraturan lalu lintas. Sebab, saat mengemudi di atas kecepatan maksimal dan jauh di atas rata-rata kecepatan pengemudi di sekitar kita, berisiko terjadi tabrakan," ujar Marcell, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Marcell menambahkan, biasanya kecelakaan terjadi karena perbedaan kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnnya. Selain itu, penting juga untuk memahami karakter gas dan rem dari mobil tersebut.

Baca juga: Tenaga Nissan GT-R R35 Buas, Bisa Tembus 315 kpj

" Mobil sport pasti memiliki karakter gas dan rem yang jauh lebih responsif dari mobil biasa. Makanya, kalau mau mengebut jangan dilakukan di jalan umum," kata Marcell.

Menurutnya, jalan umum tidak didesain untuk kecepatan tinggi. Selain itu, ada potensi distraksi dan halangan dari kendaraan lain. Lalu, adanya ketidaksamaan kecepatan antara tiap kendaraan membuat potensi bahaya lebih besar.

"Sebab, dalam kecepatan 100 kilometer per jam, sangat berbahaya jika melakukan manuver mendadak. Saat kita bergerak dengan kecepatan tersebut, per detik mobil melahap kurang lebih 28 meter," ujar Marcell.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X