Penumpang Enggak Bawa Helm, Ini yang Dilakukan Ojol Cegah Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 09:02 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara ( driver) ojek online (ojol) yang tergabung dalam asosiasi Gabungan Transportasi Roda Dua (Garda) Indonesia sebelumnya sudah mengimbau para penumpangnya agar membawa helm pribadi saat menggunakan jasanya.

Upaya ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Tanah Air.

Tetapi pada kenyataannya, masih banyak penumpang yang enggak membawa helm sendiri dari rumah. Kemudian, tetap menggunakan helm yang sudah disediakan oleh para driver ojol.

Salah satu contohnya Anissa, Pegawai salah satu Bank pelat merah yang lebih memilih untuk tidak membawa helm dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Baca juga: Cerita Driver Ojol, Penumpang Duduknya Jauh sampai Tak Mau Pegang Helm

“Kalau kerja suka ada barang bawaan lainnya kan, kalau harus ditambah bawa helm lagi dari rumah repot,” ujar Anissa ketika ditanya Kompas.com, Selasa (25/03/2020).

Namun Anissa menjelaskan, meski menggunakan helm yang sudah disediakan ojol, ia tetap melakukan tindakan pencegahan yaitu dengan menyemprotkan bagian helm dengan hand sanitizer sebelum digunakan.

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

Baca juga: Driver Ojol: Maaf, Kita Tidak Ngobrol dengan Penumpang

Sementara itu, Muhadam, salah satu driver ojol, mengatakan, selalu membawa cairan antibakteri dan parfum untuk helm agar keamanan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga.

“Kebetulan saya selalu sedia pembersih helm dan parfum helm, jadi setiap habis digunakan penumpang, bagian dalamnya selalu saya semprot supaya tetap bersih. Apalagi saat ini dari mitra sudah tidak menyediakan shower cap lagi, jadi saya harus rajin-rajin membersihkan helm supaya tidak ada keluhan dari penumpang, ini juga saya terapkan sebelum ada virus corona” ujar Muhadam kepada Kompas.com.

Menurut pengakuan Muhadam sudah banyak driver ojol yang melakukan upaya sepertinya. Tujuannya, agar penumpang tetap merasa aman dan nyaman ketika menggunakan jasa ojek online.

“Terkadang ada penumpang yang bertanya helmnya bersih atau tidak, makanya saya selalu pakai sarung (tas helm) dan menjelaskan kalau helm tersebut selalu di bersihkan. Kebanyakan penumpang tidak berkomentar setelahnya dan tetap menggunakan helm itu,” ujar Muhadam.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X