Ekspor Mobil Indonesia Januari-Februari 2020 Naik di Tengah Virus Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 17:23 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ( Kemenperin), mencatat kegiatan ekspor kendaraan bermotor jenis roda empat atau lebih, mengalami peningkatan hingga 9 persen dalam dua bulan pertama 2020.

Disebutkan, pada periode Januari-Februari 2020 permintaan kendaraan rakitan Indonesia dari sejumlah negara tujuan ekspor masih terbilang normal meski dunia tengah dilanda wabah virus corona.

Secara volume, ekspor mobil secara utuh atau completely built up (CBU) selama periode tersebut ialah sebesar 49.193 unit, atau naik 9 persen dibanding Januari-Februari 2019 dengan selisih 4.043 unit (45.150 unit).

Baca juga: Imbas Virus Corona, Penjualan Mobil Awal 2020 Turun 6 Persen

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Sementara kegiatan impor mobil CBU turun 42,3 persen secara year on year (yoy) di periode sama, yakni dari 11.971 unit menjadi 6.902 unit.

Oleh karena itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika masih menaruh keyakinan target ekspor mobil tahun ini bisa dicapai, yakni 350.000 unit atau naik 5,4 persen dari realisasi di 2019.

Sedangkan berdasarkan emiten pengelola terminal pengapalan kendaraan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), aktivitas kegiatan bongkar muat kendaraan di lapangan internasional pada Januari-Februari 2020 mengalami peningkatan sebesar 17,17 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Secara detail, Sekertaris Perusahaan IPCC Sofyan Gumilar menyatakan, ekspor CBU di tahun ini adalah 49.046 unit sementara tahun lalu 41.860 unit.

Baca juga: Akibat Corona, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Tirtonadi Anjlok

Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Dari jumlah kendaraan yang diekspor tersebut, IPCC melayani kegiatan ekspor kepada 92 negara tujuan ekspor. Tercatat dari 92 negara tujuan ekspor tersebut, Filipina masih mendominasi dengan pencapaian sebanyak 14.125 unit atau meningkat 20,71 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar 11.702 unit.

Filipina memegang kontribusi sebesar 28 persen dari total kendaraan CBU hingga Februari 2020.

Tidak sampai di sana, ekspor ke Brunei Darussalam juga mengalami peningkatan 66,38 persen dari 232 unit jadi 386 unit. Hal serupa dialami oleh Malaysia yang naik 50 persen dari 346 unit jadi 519 unit, Myanmar dengan kenaikan 146 persen, serta Saudi Arabia naik 239 persen.

"Sementara untuk tujuan ekspor Thailand turun 29,01 persen, Singapura turun 51,16 persen, Laos turun 60,19 persen, dan Vietnam turun 11,14 persen," kata Sofyan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X