Pasokan Komponen Terancam Kena Imbas Corona, Ini Strategi Toyota Indonesia

Kompas.com - 27/02/2020, 17:42 WIB
Toyota bakal bangun pabrik perakitan baru di Meksiko LeftlanenewsToyota bakal bangun pabrik perakitan baru di Meksiko
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Motor Corporation (TMC) mengakui ada kemungkinan mengalami masalah pasokan komponen akibat wabah virus corona yang berkepanjangan di China.

Melansir Reuters, Juru Bicara Toyota mengatakan potensi tersendatnya pasokan komponen bakal terasa dalam beberapa pekan mendatang. Sebagai informasi, Toyota memiliki 16 pabrik komponen yang berada di Jepang.

"Kami menerima suku cadang dari China (untuk 16 pabrik terkait) seperti biasa saat ini. Tetapi kami tidak bisa memperkirakan bagaimana ke depannya. Kami akan evaluasi 2 Maret 2020 mendatang dan keputusan diumumkan di 9 Maret 2020," katanya, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Impor Mobil dari China Dicegah IPCC Karena Virus Corona

Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).Febri Ardani/KompasOtomotif Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).

Ia juga menyatakan bahwa pabrik Toyota di Jepang pada 2019 telah mendistribusikan 10,7 juta unit mobil ke pasar global termasuk ke kawasan Asia Tenggara.

Menanggapi hal ini, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Bob Azam menyatakan bahwa pihaknya belum berpengaruh atas wabah virus corona. Pun dengan kekhawatiran yang TMC alami saat ini.

" Produksi mobil pada februari - Maret 2020 kita kept. Tentu kita punya strategi menghadapi hal ini, terlebih jika berkepanjangan," kata Bob Azzam saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Adab Ketika Ingin Menyalip Truk atau Bus

(ilustrasi) mobil-mobil yang diparkir di stock yard.TMMIN (ilustrasi) mobil-mobil yang diparkir di stock yard.

Adapun strategi TMMIN, lanjut Bob, ialah melakukan pengecekan terhadap para pemasok komponen dan mempelajarinya untuk bisa dilakukan lokalisasi atau buat di lokal.

"Kita cek untuk single supplier, di cek supply chain-nya. Kita juga akan pelajari supply chain yang berpotensi terganggu untuk di localized (rakit lokal)," kata dia.

Lebih lanjut tentang komponen yang dimaksud, ia masih enggan untuk membocorkannya. "Saat ini belum bisa kita katakan, nanti," lanjut Bob.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X