3.000 Kendaraan di Jawa Tengah Belum Balik Nama

Kompas.com - 14/02/2020, 11:12 WIB
Warga mengantre untuk membayar pajak kendaraan bermotor melalui mobil Samsat Keliling di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/1/2017). Pemerintah mulai memberlakukan tarif baru biaya pengurusan surat-surat kendaraan dengan kenaikan dua hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAWarga mengantre untuk membayar pajak kendaraan bermotor melalui mobil Samsat Keliling di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/1/2017). Pemerintah mulai memberlakukan tarif baru biaya pengurusan surat-surat kendaraan dengan kenaikan dua hingga tiga kali lipat dari sebelumnya.
Penulis Ari Purnomo
|

SEMARANG, KOMPAS.com- Badan Pengelola Pendapatan Daerah ( Bapenda) Provinsi Jawa Tengah ( Jateng) mendorong para pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk segera melakukan balik nama kendaraan.

Mengingat, pada bulan ini tepatnya Senin (17/2/2020) mendatang Bapenda memberlakukan pembebasan sanksi administrasi atau denda pajak kendaraan dan juga gratis Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB) atau yang biasa disebut pemutihan.

Kesempatan ini hanya berlaku selama lima bulan saja dan akan berakhir pada 16 juli 2020 mendatang.

Dari data yang ada diperkirakan, ada lebih kurang 3.000 kendaraan yang ada di Jateng merupakan kendaraan dari luar Jateng.

Dari data itu, kemungkinan besar kendaraan tersebut masih atas nama pemilik lama atau belum dibaliknamakan.

Kepala Bapenda Provinsi Jateng, Tavip Supriyanto mengatakan, dari jumlah tersebut didominasi kendaraan roda dua.

“Kendaraan luar Jateng yang diperkirakan mencapai 3.000-an unit, dengan dominasi kendaraan roda dua yang mencapai 80 persen,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Bapenda DKI Klaim Leasing Hambat Perolehan Pajak Kendaraan Bermotor

Maka dari itu, Tavip pun mendorong kepada para pemilik kendaraan tersebut yang tentunya masih atas nama orang lain agar segera melakukan balik nama sesuai dengan nama pemilik menjadi warga Jateng.

Adanya kesempatan pemutihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pemilik kendaraan untuk membayarkan kewajibannya. Mengingat, jumlah penunggak pajak kendaran di Jateng juga cukup besar yakni mencapai Rp 450 miliar.

“Selama tahun 2019 sampai dengan Januari 2020 jumlah tunggakan pajak kendaraan mencapai Rp 450 miliar dari 1,5 kendaraan,” uapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X