Masuk Musim Hujan, Ingat Bahaya Menerobos Banjir Buat Mesin

Kompas.com - 11/12/2019, 09:02 WIB
Kendaraan menerobos banjir di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak Minggu (20/1/2019) sore menyebabkan aktivitas transportasi di kawasan bandara juanda tergenang banjir dengan ketinggian 30-50 cm. ANTARA FOTO/UMARUL FARUQKendaraan menerobos banjir di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/1/2019). Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak Minggu (20/1/2019) sore menyebabkan aktivitas transportasi di kawasan bandara juanda tergenang banjir dengan ketinggian 30-50 cm.

JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki akhir tahun, wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai sering dilanda hujan. Hujan yang deras saat siang atau sore hari biasanya menimbulkan banjir pada malam hari atau waktu jam pulang kantor.

Pemilik mobil harus waspada saat harus terpaksa menorobos banjir. Sebab ada bahaya yang mengintai mesin mobil dan patut jadi perhatian, terutama pada musim hujan seperti sekarang.

“Saat menerobos banjir, mesin mobil bisa mati mendadak karena air yang masuk ruang bakar lewat jalur saluran udara,”ujar Imam Choiri alias Apre, pemilik bengkel AP Speed di Cipinang Jakarta Timur, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Mengenal Kondisi “Water Hammer” di Mesin Mobil

Posisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjirWikipedia Posisi air intake di ruang mesin menentukan batas aman mobil saat menerjang banjir

Apre menjelaskan, saat kondisi normal mesin bekerja dengan mendapat suplai bahan bakar dan udara dalam tekanan tinggi. Jika ada air yang masuk ke dalam ruang bakar, maka akan menambah tekanan yang dihasilkan dari kompresi mesin.

“Tekanan yang tinggi itu menghasilkan ledakan yang mendorong piston ke bawah. Efeknya piston bisa jebol, bahkan setang piston bisa ikut bengkok karena mendapat dorongan yang begitu kuat dari piston,” katanya.

Seperti diketahui, hal ini bisa terjadi lantaran massa air jauh lebih padat dari udara. Selain itu, air juga memiliki tekanan yang lebih kuat dibanding udara. Maka tak heran jika saat banjir, air akan lebih mudah masuk dalam ruang bakar karena tersedot oleh mesin.

“Peluang air yang masuk ruang bakar lebih besar saat mobil menerjang banjir. Oleh karena itu penting bagi pemilik mobil untuk mengetahui posisi intake, agar bisa mengira-ngira tinggi air yang aman untuk menerobos banjir,” ucap Apre.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X