Kompas.com - 18/11/2019, 10:15 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan sejumlah jalan raya penghubung DKI Jakarta akan menerapkan sistem berbayar, atau Electronic Road Pricing (ERP) pada 2020.

Ada tiga jalan utama yang bakal menerapkan sistem ERP, yakni Jalan Daan Mogot-Tangerang, Jalan Kalimalang-Bekasi, dan Jalan Margonda-Depok.

Menurut Kepala Humas BPTJ Budi Raharjo, penerapan tersebut memang ditargetkan pada 2020. Namun hal tersebut bila dalam kondisi semua proses pembahasan dari skema-skema yang ada terselesaikan.

Baca juga: Catat, Ini 4 Ruas Jalan yang Akan Terapkan Sistem ERP

"Kami memang targetkan di 2020, tapi itu balik lagi tergantung penyelesaian skema kelembagaan, skema pembiayaan, skema teknis, dan yang paling krusial itu skema hukum. Jadi memang itu target, tapi bisa tidaknya tergantung tadi, bisa maju bisa mundur," ujar Budi saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Minggu (1/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Minggu (1/9/2019).

Dari beberapa skema yang ada, Budi menjelaskan bila paling utama yang menjadi pokok pembahasan adalah dari sisi hukum.

Pasalnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.32 Tahun 2011 Tentang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas ada pasal yang menyebutkan bila pengaturan di jalan nasional dengan menggunakan retribusi itu tidak diperbolehkan.

Namun demikian, melihat adanya kebutuhan yang tinggi untuk meredam kemacetan lalu lintas, maka saat ini BPTJ sedang mencari skema hukum apa yang bisa memayungi aspek hukum tadi.

Baca juga: Tahun Depan Margonda, Daan Mogot, dan Kalimalang Terapkan Jalan Berbayar

"Karena itu kita ingin mencari solusi dari itu, apa yang bisa dilakukan, apakah ada kemungkinan lain yang bisa dilakukan tanpa bersinggungan dengan pasal tersebut. Jadi memang skema hukum ini paling krusial, kalau bisa selesai tahun ini bisa saja diterapkan tahun depan, tapi kalau belum selesai di tahun ini, pasti bisa mundur," ujar Budi.

Arus lalu lintas padat merayap di Jalan Sisi Selatan Kalimalang, Kota Bekasi akibat rekayasa lalu lintas, Selasa (9/10/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Arus lalu lintas padat merayap di Jalan Sisi Selatan Kalimalang, Kota Bekasi akibat rekayasa lalu lintas, Selasa (9/10/2018).

Namun demikian, Budi menjelaskan sembari menunggu soal pembahasan skema hukum tadi, BPTJ juga sudah mulai menjalankan pembahasan-pembahasan terkait skema-skema lainnya.

Dengan demikian, saat nanti sudah ada keputusan, sudah bisa langsung di terapkan tanpa harus menunggu kesiapan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.