[POPULER OTOMOTIF] Ayla Bermesin Turbo | Kenaikan BBN-KB di Jakarta

Kompas.com - 17/11/2019, 07:02 WIB
Suzuki RGR 150 Dok. John SemrichardoSuzuki RGR 150

"Sebenarnya tidak susah mencari spare part-nya, yang penting siap budget saja. Di online shop banyak yang jual. Bahkan, ada online shop yang spesialis jual spare part RGR saja," ujar Denison kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Suzuki RGR 150, Lebih Sulit Cari Motor daripada Spare Parts

3. Tips Membeli Motor Sport 2-Tak Suzuki RGR 150

Pamor motor 2-tak belakangan ini kembali naik. Tidak hanya motor bebek, tapi juga motor sport. Contohnya, motor sport 2-tak berkapasitas 150 cc keluaran Suzuki, yakni RGR 150.

Suzuki pernah memasarkan RGR 150 di era '90-an. Tepatnya mulai tahun 1985 hingga 1991, dengan RGR Sprinter. Tahun 1993, giliran RGR Crystal yang mengaspal hingga tahun 1995. Generasi terakhir RGR di Indonesia adalah RGR Tornado yang dipasarkan pada tahun 1995 hingga 1997.

Denison Wicaksono, pemilik RGR Sprinter tahun 1992, mengatakan, mencari motor sport ini tidak begitu sulit untuk sekarang ini. Banyak yang menawarkan dengan kondisi beragam.

Baca juga: Tips Membeli Motor Sport 2-Tak Suzuki RGR 150

4. Quartararo Tercepat, Rossi Mulai Kejar Marquez di FP3 MotoGP Valencia

Fabio Quartararo, Rookie of the Year 2019. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)MOHD RASFAN Fabio Quartararo, Rookie of the Year 2019. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Sesi latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Valencia, sukses dikuasai oleh pebalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo, Sabtu (16/11/2019).

Perolehan ini makin mengukuhkan posisinya, karena pada sesi latihan bebas pertama dan kedua, Quartararo juga menempati posisi teratas. Pebalap Perancis ini sukses mengasapi Marc Marquez dan Maverick Vinales berturut-turut.

Dibandingkan pada sesi sebelumnya, beberapa pebalap juga mengalami peningkatan dan mampu mempertajam catatan waktunya. Salah satunya Valentino Rossi.

Baca juga: Quartararo Tercepat, Rossi Mulai Kejar Marquez di FP3 MotoGP Valencia

5. Daihatsu Bahas Kenaikan Pajak BBN-KB dan Kemacetan Jakarta

SWDKLLJ yang tertera pada lembar STNK.KompasOtomotif-donny apriliananda SWDKLLJ yang tertera pada lembar STNK.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk menaikkan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBN-KB) menjadi 12, 5 persen. Regulasi ini mulai berlaku pada 11 Desember 2019 mendatang.

Adapun salah satu alasan menaikkan pajak BBN-Kb dikarenakan dua alasanya. Pertama untuk menekan angka kemacetan agar masyarakat enggan membeli kendaraan baru dan beralih ke transportasi umum dan kedua meningkatkan pendapatan daerah.

Menanggapi hal ini Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, menjelaskan, bila adanya kenaikan tarif BBN-KB kendaraan tidak efektif menekan kemacetan lalu lintas.

Baca juga: Daihatsu Bahas Kenaikan Pajak BBN-KB dan Kemacetan Jakarta

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X